Pasar Renteng Rampung 2021

Pembangunan pasar Renteng terus dilakukan dan saat ini sudah mencapai 60 persen. Pasar ini targetkan tuntas pertengahan tahun 2021 mendatang. (Suara NTB/kir)

Praya (Suara NTB) – Proses pembangunan pasar Renteng Praya, Lombok Tengah (Loteng) saat ini sudah setengah jalan lebih. Di mana hingga bulan September ini, capaian pembangunan pasar terbesar di Loteng tersebut sudah mencapai 62 persen lebih. Dan, ditargetkan sudah siap ditempati paling lambat pertengahan tahun 2021 mendatang.

“Untuk pembangunan pasar Renteng, dari target 58 persen, sudah tercapai 62 persen lebih,” ungkap Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Loteng, Lalu Firman Wijaya, S.T., Kamis, 17 September 2020.

Iklan

Artinya, kalau dari sisi capaian pembangunan pasar Renteng cukup bagus. Belum ada kendala berarti yang bisa menghambat atau mengganggu proses pembangunan pasar dengan konsep tradisional modern ini. Sehingga pihaknya optimis, pasar Renteng bisa tuntas sesuai target waktu yang sudah dicanangkan pada pertengahan tahun 2021 mendatang.

Yang perlu dipersiapkan dari sekarang, lanjut Firman, ialah soal kesiapan perangkat dan operator pasar Renteng itu sendiri. Supaya bisa dipersiapkan sejak awal. Sehingga begitu pasar Renteng diserahterimakan oleh pemerintah pusat ke pemerintah kabupaten, semua sudah siap.

“Belajar dari pengalaman di pasar Jelojok Kopang kemarin, sedikit terlambat penggunaanya. Lantaran harus menunggu kesiapan pengelolanya dulu. Nah, untuk pasar Renteng kita berharap mulai sekarang sudah dibentuk dan dipersiapkan. Jadi begitu pasar Renteng diserahterimakan, bisa langsung dioperasikan,” ujarnya.

Terkait persoalan tersebut, pihaknya sudah berkoordinasi dengan Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Loteng. Karena kewenangan terkait pengelolaan pasar Renteng itu nantinya ada di Disperindag. Pihaknya dalam hal ini hanya mengawal proses  pembangunannya saja.

Termasuk pengaturan jumlah pedagang yang akan mengisi los pasar yang ada. Posisi dan lokasi pedagang itu nantinya, semua diserahkan ke pihak Disperindag. “Tugas kita mengawal pembangunan. Soal pengaturan pedagang dan jumlah pedagang yang akan menempati pasar Renteng, kita serahkan ke instansi yang berwenang,” imbuh Firman.

Untuk daya tampung pasar Renteng, dari desain yang ada bisa menampung hingga 1.719 pedagang. Itu sesuai dengan jumlah pedagang yang terdata sebelumnya. “Kita membangun sesuai kebutuhan,” tandasnya.

Untuk membangun pasar Renteng, seluruh anggaran ditanggung oleh pemerintah pusat. Dengan total kebutuhan anggaran sekitar Rp135 miliar. Pasar Renteng sendiri didesain dengan konsep green building. Sehingga menjadikannya sebagai pasar dengan konsep green builing pertama di NTB. (kir)