Pasar Renteng Mulai Dikerjakan

Praya (Suara NTB) – Setelah melalui proses perencanaan selama satu tahun lebih, pembangunan Pasar Renteng Praya Lombok Tengah (Loteng), Jumat, 31 Januari 2020 akhirnya dimulai. Pasar tradisional dengan konsep modern ini dibangun dengan anggaran mencapai sekitar Rp 114 miliar dengan seluruh anggaran ditanggung oleh pemerintah pusat.

Graudbreaking pembangunan Pasar Renteng ditandai dengan dzikir dan do’a bersama yang dilakukan Aparatur Sipil Negara (ASN) lingkup Pemkab Loteng dan dipimpin langsung Bupati Loteng, H.M. Suhaili FT., bersama Wabup Loteng, H.L. Pathul Bahri, S.IP., dan jajaran pejabat lingkup Pemkab Loteng lainnya. Perwakilan dari PT. Nindya, selaku rekanan proyek hadir pada kesempatan tersebut.

Iklan

Kepada wartawan, Bupati Loteng, H.M. Suhaili FT., mengungkapkan rasa syukurnya dengan dimulai pembangunan Pasar Renteng. Menurutnya, pembangunan Pasar Renteng merupakan suatu berkah dan buah dari kesabaran masyarakat di daerah ini yang tetap tabah menghadapi musibah yang terjadi.

Pasar Renteng pada awal Agustus tahun 2018 lalu, terbakar dan menghanguskan hampir seluruh bangunan pasar yang ada. Akibat musibah kebakaran tersebut sebanyak sekitar 1.700 pedagang harus kehilangan tempat usahanya. Bahkan tidak sedikit yang kehilangan barang dagangannya. “Sekarang Pasar Renteng akan mulai dibangun. Jadi mari kita kawal dan jaga bersama,” pinta Suhaili.

Dikatakannya, Pasar Renteng yang akan dibangun sekarang ini jauh berbeda dengan Pasar Renteng sebelumnya. Meski tetap berstatus pasar tradisional, namun konsep Pasar Renteng yang dibangun sekarang konsep pasar modern. “Jadi ini pasar tradisional tetap dengan konsep pasar modern. Sama dengan konsep Pasar Kopang,” jelasnya.

Bedanya, bangunan Pasar Renteng dibangun dengan konsepp green building (bangunan hijau) dan, bakal menjadikan Pasar Renteng sebagai pasar dengan konsep green building pertama dan satu-satunya di NTB serta yang kedua di Indonesia. “Karena ini bangunan baru, jadi kita ingin yang benar-benar berbeda,”  ujar mantan Ketua DPRD NTB ini.

Untuk proses pembangunannya direncanakan selama sekitar satu tahun dengan masa kontrak hingga akhir Desember tahun 2020 mendatang, sehingga diharapkan, tahun depan pasar Renteng yang baru sudah bisa ditempati.

Disinggung jumlah pedagang yang akan menempati pasar Renteng, Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Loteng, L. Firman Wijaya, mengatakan, ada sekitar 1.719 pedagang. Para pedagang sudah didata sejak awal dan sudah diregistrasi. “Pedagang yang akan menempati pasar Renteng dari sekarang sudah didata. Jadi tidak ada istilah tidak diakomodir. Karena daya tampung pasar dibangun sesuai dengan jumlah pedagang yang ada,”jelasnya.

Diakuinya, proses perencanaan pembangunan pasar Renteng memang cukup panjang. Dari sisi desain, beberapa kali mengalami perubahan. Dari semua dibangun tiga lantai menjadi hanya dua lantai. Dengan luas bangunan yang dibangun mencapai 2,5 hektar, sehingga akan menjadikan Pasar Renteng sebagai salah satu pasar dengan bangunan terbesar di Loteng, bahkan di NTB. (kir)