Pasar Lelang IV Komoditas Agro, Upaya Terus Membuka Peluang Pasar Komoditas Agro NTB di Tengah Pandemi Covid-19

Kepala Dinas Perdagangan Provinsi NTB, Drs. H. Fathurrahman, M. Si

Mataram (Suara NTB) – Bidang Pengembangan Perdagangan Dalam Negeri (PPDN) Dinas Perdagangan Provinsi NTB kembali menyelenggarakan kegiatan pasar lelang komoditas agro ke IV. Mempertemukan produsen pemilik komoditas, dengan yang membutuhkan komoditas.

Pasar lelang komoditas agro ke IV ini diselenggarakan di Hotel Aston Mataram, Kamis, 23 September 2021. Dibuka langsung oleh Kepala Dinas Perdagangan Provinsi NTB, Drs. H. Fathurrahman, M.Si. Puluhan peserta hadir, baik secara offline maupun online. Secara offline dilaksanakan dengan protokol Covid-19, dan  secara virtual pasar lelang digabungkan dengan pasar lelang yang ada di Serang (Banten) dan Jambi. Dari unsur Bappebti (Badan Pengawas Perdagangan Berjangka Komoditi) juga ikut memantau langsung kegiatan ini secara daring.

Iklan

Seperti biasa, pada kegiatan pasar lelang, pemilik komoditas dan pembeli dipertemukan langsung tanpa perantara. Sehingga mata rantai pasar tak panjang, dan harga komoditas menjadi efisien dari tingkat pedagang ke pembeli. Buyer dari NTB berhasil transaksi dengan pelaku usaha asal Jambi dengan jenis komoditi jahe merah sebanyak 50 ton dengan harga 9.700/Kg (Rp485.000.000).

Kepala Bidang PPDN, H. Prihatin Haryono selaku ketua panitia menyampaikan, pasar lelang komoditas agro dilakukan dengan tujuan memfasilitasi pelaku usaha petani/kelompok tani, gapoktan dengan para pembeli potensial. Untuk memberikan kepastian bagi pelaku usah dalam memproduksi jenis komoditi tertentu dengan spesifikasi tertentu, waktu tertentu, volume tertentu yang nantinya akan dibeli dengan harga tertentu pula oleh pelaku dari segmen pasar tertentu. Dan mampu meningkatkan konstribusi kegiatan perdagangan berjangka komoditi baik perekonomian daerah dan nasional. Setidaknya ada 50 peserta ikut dari sepuluh kabupaten/kota di NTB, dan daerah luar NTB.

Sementara Kepala Dinas Perdagangan Provinsi NTB, Drs. H. Fathurrahman, M.Si menyampaikan, saat ini masih dalam situasi pandemi Covid-19 yang mempengaruhi hampir seluruh tatanan kehidupan manusia. Meski demikian, menurutnya pandemi bukan alasan untuk tidak berbuat apapun, apalagi hanya menerima kenyataan ekonomi lesu.

Pasar lelang sebagai upaya untuk membukakan akses pasar, jejaring pasar ditingkat daerah, nasional bahkan internasional. NTB menurutnya memiliki komoditas yang sangat potensial dipasarkan. Dari hasil-hasil perkebunan seperti kopi, kakao, vanili, kelapa. Hasil pertanian seperti beras, jagung, dan buah-buahan lainnya. Demikian juga hasil kelautan perikanan seperti rumput laut. Komoditas ini bahkan berpeluang  sangat ekspor. Demikian juga potensi hasil-hasil olahan.

Berbagai upaya supaya pertumbuhan ekonomi bisa tumbuh postif sehingga perekonomian kita menjadi lebih stabil. Dinas Perdagangan Provinsi NTB bersama stakeholder terkait terus berupaya meningkatkan promosi dan pemasaran produk baik hasil,produk kerajinan dan olahan pangan melalui ntb mall (offline dan online),mengundang buyer untuk datang ke NTB,koordinasi dengan pemerintah pusat untuk mendapatkan bantuan intensif bagi  pelaku usaha.

Fathurrahman menambahkan, salah satu contoh upaya memfasilitasi jaringan dan peluang pasar adalah mengikut sertakan kopi-kopi NTB dalam sebuah pameran kopi terbesar di dunia, yang dilaksanakan di Istanbul Turki. Dinas Perdagangan Provinsi NTB memfasilitasi para pengusaha pembina kopi NTB dalam event internasional ini. Ada 600 ton kopi NTB yang ditawarkan. Sebelumnya, kopi-kopi NTB juga diekspor sebanyak 150 ton ke Korea Selatan, menyusul penambahan pesanan 150 ton. Ada juga rumput laut yang diekspor ke Cina. Kemudian vanili di ekspor ke Amerika Serikat.

“Peluang-peluang pasar ini terus kita buka. Salah satunya juga melalui kegiatan pasar lelang ini,” imbuhnya. Mengapa pemerintah melakukan hal ini? menurut Fathurrahman, bila permintaannya tinggi. Maka dampaknya akan bergerak dari hulu ke hilir. Ribuan orang terkait multiplier efeknya bisa digerakkan. Akhirnya akan berdampak terhadap perekonomian daerah khususnya. “Dengan begitu, nilai tambah bisa diciptakan. Kesejahteraan masyarakat bisa ditingkatkan,” demikian Fathurrahman. (bul/*)

Kepala Bidang PPDN , H. Prihatin Haryono
Peserta pasar lelang offline
Advertisement Jasa Pembuatan Website Profesional