Pasar dan Masjid di Loteng Dibuka Bertahap

M. Suhaili FT (Suara NTB/dok)

Praya (Suara NTB) – Pemerintah Kabupaten Lombok Tengah (Loteng) akan mulai membuka masjid untuk kegiatan ibadah serta pasar secara bertahap dalam dua pekan ke depan. Meski masih dalam skala terbatas. Dengan tetap memperhatikan standar protokol pencegahan Covid-19. Demikian disampaikan Bupat Loteng, H.M. Suhaili FT., Senin, 8 Juni 2020.

Saat silaturahmi Forkompinda Loteng dan Satgas Covid-19 Loteng, di Kantor Camat Batukliang, Suhaili mengatakan, pemerintah daerah membolehkan bagi pengurus masjid untuk membuka kembali masjid untuk kegiatan ibadah. Tetapi sementara untuk kegiatan Salat Jumat saja. Sementara untuk kegiatan salat berjamaah dan ibadah lainnya, tetap tidak diperbolehkan digelar di masjid.

Tapi kebijakan tersebut hanya berlaku bagi masjid yang bisa memenuhi standar protokol pencegahan Covid-19. Seperti penyiapan tempat cuci tangan lengkap dengan sabun atau handsanitizer. Kemudian harus menyiapkan pengecekan suhu tubuh, pengaturan jarak shaf dalam shalat serta mewajibkan penggunaan masker bagi semua jemaah yang datang.

“Bagi masjid yang tidak mampu atau tidak bisa memenuhi standar protokol penyebaran Covid-19 tersebut, maka kita perintahkan bagi pemerintah desa untuk tetap menutup masjid tersebut,” terangnya.

Selama kegiatan ibadah berlangsung, diminta supaya pengawasan bisa lebih ketat dilakukan. Bahkan, bisa perlu dengan melibatkan aparat keamanan dibantu dengan BKD setempat. Supaya standar protokol pencegahan Covid-19 di masjid tersebut bisa benar-benar diterapkan dengan maksimal.

Ia menjelaskan, pembatasan kegiatan ibadah di masjid itu dilakukan mengingat saat ini penyebaran Covid-19 masih berlangsung. Dan, belum ada tanda-tanda akan turun. Sehingga penting untuk tetap menjaga protokol Covid-19 ditengah kebijakan pembukaan kembali masjid di Loteng.

Adapun untuk pasar mingguan, saat ini hanya sekitar lima pasar yang dibuka. Dan, akan diupayakan dalam dua pekan ke depan paling tidak satu pasar minggu dibuka di masing-masing kecamatan. Tentunya juga dengan tetap menerapkan standar protokol pencegahan Covid-19.

Harapanya, kalau masyarakat sudah terbiasa menerapkan standar protokol pencegahan Covid-19 ketika berada di masjid maupun di pasar, maka itu menjadi kebiasaan. Guna persiapan menghadapi penerapan kebijakan new normal nantinya. “Untuk kebijakan new normal ini, kita berharap paling tidak Bulan Juli mendatang sudah bisa diterapkan di Loteng,” pungkas Ketua DPD I Partai Golkar NTB ini. (kir)