Pasangan Mansyur-Aris Gagal Dapat Tiket Pencalonan

Suasana pengecekan dan penghitungan dukungan calon perseorangan perbaikan di KPU Dompu, Senin, 27 Juli 2020.(Suara NTB/ula)

Dompu (Suara NTB) – Pasangan bakal calon Bupati dan wakil Bupati Dompu, Prof Dr Mansyur – Aris Ansyari, ST, MT (Manis) gagal memenuhi syarat minimal dukungan calon perseorangan hasil perbaikan. Dari minimal 15.944 dukungan yang harus dipenuhi saat perbaikan, pasangan Manis hanya mampu penuhi 14.747 dukungan setelah dilakukan pengecekan 3 formulir yang diserahkan ke KPU.

Keputusan ditolaknya dokumen dukungan bakal pasangan calon perseorangan ini diputuskan KPU Dompu dalam pleno yang dipimpin langsung Ketua KPU Dompu, Drs Arifuddin dan didampingi para komisioner KPU lainnya serta diawasi Bawaslu Kabupaten Dompu, Selasa, 28 Juli 2020.

Iklan

Tim pasangan calon perseorangan tingkat Kabupaten yang menyerahkan dukungan hasil perbaikan dan ikut mendampingi KPU Dompu dalam pengecekan dokumen, pada saat pleno tidak terlihat hadir. Seperti Drs Nurdin dan Abdurrahman, S.Sos selaku tim Kabupaten untuk pasangan Prof Dr Mansyur – Aris Ansyari, ST, MT.

Ketua KPU Dompu, Drs Arifuddin saat memimpin rapat pleno mengungkapkan, pengecekan jumlah dukungan perbaikan dan persebaran pasangan calon perseorangan masa perbaikan pihaknya menghitung jumlah dokumen dukungan alsi berupa formulir Model B.1-KWK perseorangan perbaikan, mengecek dan menghitung jumlah dukungan yang tercantum dalam formulir model B1.1-KWK perseorangan perbaikan, serta menghitung persebaran dukungan perbaikan yang tercantum dalam formulir Model B.2-KWK perseorangan perbaikan.

Hasil pengecekan dari 17.283 jumlah dukungan asli berupa formulir model B1.KWK perseorangan perbaikan yang diserahkan, hanya 15.115 yang dokumennya lengkap. Namun setelah dilakukan pengecekan jumlah dukungan pada formulir model B1.KWK, formulir model B1.1-KWK, dan pada formulir model B2-KWK perseorangan perbaikan yang memenuhi syarat hanya 14.747 dukungan.

“Dukungan bakal pasangan calon perseorangan dinyatakan tidak memenuhi syarat dukungan dan sehingga dokumen dukungan bakal pasangan calon perseorangan ditolak,” kata Arifuddin membacakan berita acara pleno KPU Dompu, Selasa malam.

  Semarak Budaya “Cera Labu” dan Transplantasi Karang Meriahkan Festival Tambora 2018

Setelah dipastikan gagal ke pencalonan, Aris Ansyari memutuskan akan kembali mengabdi sebagai Aparatur Sipil Negara (ASN) di lingkup Pemkab Dompu. Ia pun menitipkan harapan agar warga di pelosok diperhatikan pemimpin Dompu kedepan.

“Back to basic (kembali ke awal). Jadi ASN yang baik,” kata Aris Ansyari, ST, MT saat dikonfirmasi Suara NTB pasca pleno KPU Dompu menolak syarat dukungan hasil perbaikan, Rabu, 29 Juli 2020.

Dalam status sosial medianya, Aris Ansyari mengungkapkan, pengalamannya menggalang dukungan sebagai bakal calon di jalur dukungan perseorangan. Pengalaman 5 bulan itu disebutnya sebagai pengalaman yang luar biasa, menginspirasi dan membuka cakrawala berpikirnya. (ula)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here