Pasangan Amin-Farhan Gugat KPU Loteng

Tim Desk Bawaslu Loteng menerima permohonan gugatan dari pasangan calon perseorangan H. L. Moh. Amin - TGH Farhan, Senin, 3 Agustus 2020. (Suara NTB/kir)

Praya (Suara NTB) – Pasangan calon kepala daerah Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) Lombok Tengah (Loteng) Ir. H.L. Moh. Amin – TGH. Farhan RM, Senin, 3 Agustus 2020 mendatangi Kantor Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Loteng. Kedatangan pasangan dari jalur perseorangan ini, untuk melayangkan gugatan terhadap  keputusan KPU Loteng yang menyatakan syarat dukungan perbaikan pasangan ini tidak memenuhi syarat.

“Hari ini (Senin kemarin, red) tim Desk Bawaslu Loteng telah menerima permohonan sengketa dari pasangan Ir.H.L.Moh. Amin – TGH Farhan,” aku Ketua Bawaslu Loteng, Abdul Hanan, Senin, 3 Agustus 2020.

Iklan

Berkas permohonan yang diserahkan tersebut selanjutnya akan diverifikasi kelengkapan syarat formil dan materilnya untuk dinyatakan lengkap atau tidak. Apabila belum lengkap, maka sesuai peraturan yang ada pemohon diberikan waktu selama 3 hari sejak pemberitahuan kekurangan dokumen itu diterima, untuk melengkapi berkas yang belum lengkap tersebut.

“Dari hasil pemeriksaan kelengkapan berkas, masih ditemukan kekurangan. Untuk itu, Bawaslu Loteng memberikan waktu selama tiga hari kerja untuk melengkapi berkas yang kurang tersebut,” tambah anggota Bawaslu Loteng, Baiq Husnawaty.

Sebelumnya, pada Selasa, 28 Juli 2020, KPU Loteng mengeluarkan keputusan syarat dukungan perbaikan yang diserahkan oleh pasangan Amin-Farhan, tidak memenuhi syarat. Dengan demikian, KPU Loteng menyatakan pasangan tersebut tidak memenuhi syarat untuk mencalonkan diri di Pilkda Loteng mendatang.

Sementara dari pihak pasangan Amin-Farhan, mengatakan kalau syarat dukungan perbaikan yang diserahkan sudah mencukupi syarat minimal yang harus diserahkan. “Ini yang nanti akan cross check kembali,” tambahnya.

Terpisah, Kuasa Hukum pasangan Amin-Farhan, Dwi Sudarsono, mengatakan, pihaknya melayangkan permohonan sengketa, karena menilai keputusan KPU Loteng yang menyatakan syarat dukungan perbaikan yang diajukan pasangan Amin-Farhan tidak memenuhi syarat, keliru dan merugikan pasangan Amin-Farhan.

Kekeliruan dimaksud, pertama saat memeriksa jumlah syarat dukungan, KPU Loteng bukan melakukan pengecekan. Melainkan langsung melakukan verifikasi administrasi terhadap syarat dukungan yang diserahkan. Padahal sesuai tahapan, belum waktunya melakukan verifikasi administrasi syarat dukungan. Karena masih tahap pengecekan jumlah dan sebaran dukungan saja.

“Jadwal tahap verifikasi administrasi baru jatuh mulai tanggal 27 Juli sampai 4 Agustus mendatang. Yang kemarin itu, baru tahap pengecekan jumlah syarat dukungan serta sebaran saja,” jelasnya.

Akibat dari keliruan tersebut, dari 114.039 syarat dukungan yang diserahkan oleh pasangan Amin-Farhan, hanya 50.393 dukungan yang dinyatakan sah oleh KPU Loteng, sehingga pasangan Amin-Farhan dinyatakan tidak memenuhi syarat dukungan perbaikan. (kir)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here