Partisipasi Pemilih Pilkada Loteng Ditarget 77,5 Persen

Rapat koordinasi persiapan pelaksanaan Pilkada Loteng di kantor Bupati Loteng, Kamis, 18 Juni 2020. (Suara NTB/kir)

Praya (Suara NTB) – Komisi Pemilihan Umum (KPU) Lombok Tengah (Loteng) menargetkan angka partisipasi pemilih di gelaran Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) Loteng tahun 2020 sebesar 77,5 persen. Meski angka tersebut lebih rendah dari angka partisipasi pada pemilu legislatif dan pemilihan presiden tahun lalu, namun karena faktor pandemi Covid-19, target tersebut diakui cukup berat. Untuk itu, dukungan dari semua pihaknya guna memacu minat memilih masyarakat sangat diharapkan.

Dalam rapat koordinasi persiapan gelaran Pilkada Loteng yang dipimpin Wabup Loteng, H.L. Pathul Bahri, S.IP., di kantor Bupati Loteng, Kamis, 18 Juni 2020, Ketua KPU Loteng, L. Darmawan, mengatakan kalau target tersebut merupakan target yang dibebankan KPU pusat. Jika target tersebut bisa tercapai atau bahkan terlampaui, maka siapapun pasangan calon kepala daerah yang terpilih nantinya bakal memiliki legimitasi yang kuat, karena jumlah pemilih yang menggunakan hak pilihnya tinggi.

Iklan

Oleh karenanya, tercapai tidaknya target tersebut sesungguhnya bukan hanya tanggung jawab penyelenggara pilkada. Semua pihaknya terutama peserta pilkada juga berkepentingan dalam hal ini. Untuk bisa memberikan legimitasi yang kuat dalam memimpin Loteng ke depan.

Menyinggung soal persiapan pelaksaan Pilkada Loteng, Darmawan mengatakan saat ini tahapan sudah berjalan kembali sejak tanggal 15 Juni kemarin. Di mana ada beberapa kegiatan yang sedang dan akan dilaksanakan, mulai dari pembentukan Panitia Pemutahiran Data Pemilih (PPDP) dan melanjutkan verifikasi faktual berkas dukungan bakal pasangan calon kepala daerah jalur perseorangan.

Kemudian untuk Tempat Pemungutan Suara (TPS), KPU Loteng sudah menetapkan ada penambahan sebanyak 532 TPS. Dari semula yang direncanakan sebanyak 753 TPS. Sehingga total TPS yang dipersiapkan untuk gelaran Pilkada Loteng sebanyak 2.032 TPS. “Rancangan awal kita, penambahan TPS sebanyak 732. Tapi setelah dilakukan penelitian lebih mendapat, berkurang 200 TPS,” jelas Darmawan.

  Dua Pejabat Tinggi Loteng Dipanggil Bawaslu

Penambahan jumlah TPS tersebut untuk mengakomodir aturan perihal pelaksanaan pilkada di tengah pandemi Covid-19 yang mensyaratkan jumlah pemilih di satu TPS maksimal 500 orang dari sebelumnya sebanyak 800 pemilih per TPS. “Dengan jumlah TPS sebanyak 2.032 TPS maka rata-rata pemilih di Loteng di satu TPS sebanyak 400 pemilih,” tandasnya.

Sementara itu, Wabup Loteng, H.L. Pathul Bahri, S.IP., mengharapkan dukungan semua pihak untuk bisa mensukseskan gelaran Pilkada Loteng tahun ini, mulai dari tahap persiapan, pelaksanan hingga penetapan kepala daerah yang baru nantinya. “Mensukseskan gelaran pilkada adalah tugas kita semua. Siapapun yang terpilih nanti, itulah yang terbaik bagi masyarakat Loteng,” tambah Ketua DPC Partai Gerindra Loteng ini. (kir)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here