Partai Golkar Klaim Pertahankan Kursi Ketua DPRD Loteng

Ilustrasi Kursi DPRD Loteng (Suara NTB/ist)

Praya (Suara NTB) – Kursi Ketua DPRD Kabupaten Lombok Tengah (Loteng) pasca Pemilihan Umum (Pemilu) serentak tahun 2019, tampaknya masih akan jadi milik Partai Golkar. Meski belum bisa memastikan perolehan kursi di DPRD Loteng, Partai Golkar optimis jumlahnya tidak jauh berbeda dari sebelumnya. Begitu pula perolehan untuk kursi DPRD NTB.

“Untuk kursi DPRD Loteng, 9 kursi sudah hampir pasti bisa dipertahankan. Tinggal menunggu hitungan dari KPU Loteng, untuk kursi tambahan,” klaim Ketua Bappilu Partai Golkar Loteng, H. Azis S Idrus, kepada Suara NTB, Minggu,  21 April 2019.

Iklan

Dikatakanya, calon anggota legislatif (caleg) yang berstatus petahana dari Partai Golkar seluruh hampir sudah dalam posisi aman untuk semua daerah pemilihan (dapil) di Loteng, kecuali untuk daerah pemilihan III (Pujut-Praya Timur). Alasannya, H. Ahmad Yani, mencalonkan diri ke DPRD provinsi, sehingga kemungkinan tetap dapat satu kursi, tetap caleg baru.

Adapun Ahmad Yani, berpotensi kuat mengisi satu kursi untuk dapil 8 Lombok. Sedangkan untuk dapil 7, Partai Golkar berpeluang mengirim dua wakilnya ke provinsi, masing-masing H. Achmad Puaddi FT, dan L. Satriawandi. Sehingga untuk provinsi, Partai Golkar Loteng total bisa mengirim tiga wakilnya.

Menurut Abah Azis – sapaan akrabnya, polarisasi sebaran suara pada Pemilu serentak tahun sangat berbeda dari pemilu sebelumnya. Kondisi tersebut sedikit tidak cukup berpengaruh pada perolehan suara Partai Golkar, karena sulit diprediksi.

Misalnya di dapil 7 Lombok, pada pemilu sebelumnya Partai Golkar bisa meraih sekitar 56 ribu suara. Sedangkan untuk pemilu kali ini, sedikit menurun. Namun karena proses perhitungan suara masih berlangsung, tetap ada kemungkinan perolehan suara Partai Golkar bertambah.

“Belum semua perolehan suara masuk. Jadi masih ada kemungkinan suara Partai Golkar bertambah. Tapi untuk perolehan kursi, secara target sudah tercapai. Tinggal menunggu proses akhir. Baru bisa dilihat apakah ada tambahan kursi atau tidak,” klaimnya. (kir)