Partai Berkarya NTB Kubu HMP Cabut KTA 11 Anggota Dewan

H. Darmawan tunjukkan perbedaan akta pendirian Partai Berkarya HMP dengan Partai Beringin Karya Muchdi Pr. (Suara NTB/ndi)

Mataram (Suara NTB) – Partai Bekarya NTB kubu Hutomo Mandala Putra (HMP) telah memberhentikan 11 orang kadernya yang duduk sebagai anggota dewan sebagai anggota partai. Pemberhentian itu dikeluarkan lantaran mereka dinilai telah membelot ke partai Beringin Karya pimpinan Muchdi Pr.

Hal itu diungkapkan langsung Ketua DPW partai Bekarya NTB kubu HMP, H. Darmawan kepada Suara NTB saat ditemui ruang kerjanya di kantor DPW Berkarya NTB. Pemberhentian tersebut dituangkan dalam SK nomor : 047l/DPW partai Bekarya/VII/2021, tertanggal 7 Juli.

Iklan

“Kita sudah memutuskan memecat mereka dari keanggotaan partai, karena mereka sudah pindah partai yang dibuktikan dengan SK keanggotaan partai Beringin Karya (Muchdi Pr),” ungkap Darmawan.

SK pemberhentian keanggotaan partai Berkarya tersebut sudah disampaikan ke lembaga DPRD, baik Provinsi maupun kabupaten/kota dan juga ke KPU sebagai pemberitahuan. Adapun daftar 11 orang yang dicabut kartu anggotaanya oleh partai Bekarya NTB yakni dua orang anggota DPRD Provinsi NTB, Jalaluddin, dan A Kahar Muhammad Rifai (alm). Kemudian lima orang anggota DPRD Lombok Barat yakni Thantowi Ansori, Lalu Zulfikar, Deni Asmawi, Suherman, Bang Bang Kholid.

Selanjutnya anggota DPRD Lombok Tengah Fraksi Partai Berkarya, Ihwan Sutrisno, anggota DPRD Lombok Timur, Gusti Bagus Adi Trisna, anggota DPRD Sumbawa, Hasanuddin, dan anggota DPRD Dompu, M. Rasyd Ridha.

“Suratnya sudah kita tembuskan ke DPRD dan KPU. Karena mereka sudah dicabut keanggotaannya maka harus kita PAW sebagai anggota DPRD. Bagaimana kita mau pertahankan mereka, dia sudah pindah partai, seharusnya mereka yang mundur sendiri,” ujarnya.

Namun demikian meskipun keanggotaan 11 orang tersebut, akan tetapi Darmawan mengakui jika pihaknya belum bisa memproses Pergantian Antar Waktu (PAW) karena masih sedang dalam proses hukum di pengadilan.

“Besok kalau putusan pengadilan sudah keluar, kita langsung sikat, ndak ada ampun. Begitu keluar putusan langsung kita ajukan PAW. Insya Allah kami sangat yakin pengadilan akan memenangkan kami,” katanya. Ditempat terpisah, anggota DPRD Provinsi NTB, Jalaluddin yang dikonfirmasi terkait dengan pemecatann yang dilakukan oleh Darmwan tersebut, memilih untuk tidak menanggapinya. “Saya tidak bisa menyampaikan apapun dulu, perintah partai kita cooling down dulu,” katanya. (ndi)

Advertisement Jasa Pembuatan Website Profesional