Parkir Gratis di Mal, Pemkot Kehilangan Potensi PAD

Mataram (Suara NTB) – Satu persatu, Pemkot Mataram kehilangan potensi pendapatan asli daerah (PAD) dari pajak parkir. Ini menyusul manajemen mal dan retail modern berlomba – lomba menerapkan parkir gratis guna menarik konsumen.

Penerapan parkir gratis kata Kepala Badan Keuangan Daerah (BKD) Kota Mataram, Drs. H.M. Syakirin Hukmi, perusahaan memiliki strategis khusus menarik pelanggan. Akan tetapi di satu sisi, dalam peraturan lebih lanjut pajak parkir tidak mengatur pemungutan pajak bagi perusahaan yang menggratiskan parkir.

Iklan

“Tapi aturan kita tidak masuk ke situ. Jadi, kita tidak bisa berbuat apa – apa,” kata Syakirin ditemui pekan kemarin.

Strategi marketing oleh perusahaan lanjut dia, tidak saja terjadi di Kota Mataram. Tetapi di daerah lebih maju seperti Surabaya membebaskan hal itu. Hal semacam ini perlu pengaturan lebih lanjut, sehingga kebijakan perusahaan menggratiskan parkir, justru berimbas terhadap hilangnya potensi pajak parkir bagi pemerintah.

” Kalau kami bergerak berdasarkan aturan,” tambahnya.

Pihaknya sedang mengusulkan perubahan Perda. Posisi sekarang ini lanjut dia, sedang dilakukan evaluasi oleh Pemerintah Pusat. Syakirin menyebutkan, target pajak parkir tahun ini Rp 4 miliar. Artinya, penerapan parkir gratis oleh perusahaan berpeluang mengurangi potensi pajak parkir.

Akan tetapi kata dia, pihaknya memiliki strategi melihat aturan tidak menjangkau itu dengan intens melakukan uji petik pada lokasi pajak parkir di Mataram. Pantauan Suara NTB, salah satu mal di wilayah Cakranegara baru – baru ini menerapkan gratis parkir bagi pengunjung. Padahal sebelumnya, pengelola mal menarik biaya parkir Rp 2.000 bagi kendaraan roda dua. (cem)