Parkir di Pantai Senggigi, Pemilik Sampan Terancam Dipidanakan

Camat Batulayar Afgan Kusumanegara dan Forkopimcam bersama Satpol PP memasang spanduk berisi peringatan agar nelayan tidak menyandarkan perahu di sepanjang Pantai Senggigi. (Suara NTB/her)

Giri Menang (Suara NTB) – Pemda Lombok Barat (Lobar) melalui Satpol PP dan Forum Koordinasi Pimpinan Kecamatan (Forkopimcam) Batulayar akan bertindak tegas terhadap perahu nelayan yang parkir di beberapa titik kawasan Pantai Senggigi. Langkah penertiban pun akan dilakukan Sabtu, 3 April 2021 . Jika upaya penertiban ini tidak mempan, maka penindakan akan dilakukan dengan mempidanakan pemilik perahu atau sampan.

Sebagai salah satu langkah sebelum dilakukan penertiban, pihak Forkompimcam Batulayar bersama Satpol PP Lobar memasang peringatan di beberapa titik di tepi Pantai Senggigi yang dijejeri perahu Selasa, 30 Maret 2021. Karena lokasi itu selalu dijadikan tempat bersandarnya perahu para nelayan yang sebagian besar dari wilayah Ampenan.  Kondisi ini pun turut berpengaruh terhadap kunjungan wisatawan yang mengeluhkan hal itu. Lantaran dirasa mengusik kenyaman, karena pinggir pantai dipenuhi perahu.

Iklan

“Sejak adanya perahu-perahu ini jadi ndak ada tempat orang berwisata, sehingga banyak wisatawan kemudian berpindah ke tempat lain,” kata Camat Batulayar, Afgan Kusumanegara, saat ditemui di sela pemasangan spanduk peringatan di tepi Pantai Senggigi, Selasa, 30 Maret 2021.

Namun, kata Afgan, saat ini cuaca sudah dirasa baik, sehingga pihaknya meminta supaya para nelayan ini dapat menyandarkan perahu mereka di Ampenan. “Kita minta mereka sekarang untuk memindahkan perahu mereka untuk pindah ke kampung halamannya” tegas dia.

Pihaknya pun berencana untuk melakukan eksekusi (penertiban) pada hari Sabtu nanti bersama personel TNI-Polri dan Satpol PP Lobar. Yang akan dimulai dari pojok di sekitar kawasan Pasar Seni Senggigi hingga kawasan Locco. Terkait komunikasi, Afgan mengaku pihaknya sudah sejak lama dan berkali-kali bersurat kepada para nelayan tersebut. Hingga hari ini pihaknya pun turut untuk memberi imbauan melalui pemasangan spanduk. “Kalau laporan dari masyarakat yang berwisata dan pelaku wisata sudah dari lama. Ini kan menyebabkan terganggu pariwisata kita, apalagi mereka buang sampahnya sembarangan di sini,” ketusnya.

Hal itu pun tak dipungkirinya sudah berkali kali terjadi sejak tahun lalu. Sehingga kali ini pihaknya berupaya mengambil sikap tegas. Setelah melakukan penertiban pada Sabtu besok, pihaknya akan tetap mensiagakan personel dari Pol PP, Polsek Senggigi dan TNI untuk memantau lokasi tersebut. “Jadi ini bukan pengusiran, hanya saja kita meminta mereka untuk kembali ke rumahya,” pesan dia.

Di mana jumlah perahu itu disebutnya mengalami peningkatan. Yang awalnya berjumlah 20, saat ini justru malah bertambah hingga 40 an perahu.

Ditemui di lokasi yang sama, Kabid Penegakan Perda (Gakda) Satpol PP Lobar, Zuhandi Bahari mengatakan penanganan sampan ini dilakukan secara non yustisi dan yustisi. Pihaknya memiliki dasar hukum, Perda Nomor 9 Trantibum pasal 20 untuk melakukan penertiban itu. “Kita akan proses dia nanti Tipiring (tindak pidana ringan), tapi ini kita kasih imbauan dulu, besok Kamis kita rapat pemantapan dan Sabtu kita eksekusi” tandasnya.

Saat ditanya mengenai tindakan refresif yang akan diambil pihaknya, itu kata dia, akan ditentukan kesepakatannya melalui rapat hari Kamis besok.(her)

Advertisement Jasa Pembuatan Website Profesional