Pariwisata Masih Lesu, Bupati KLU Bersurat ke Presiden

Bupati KLU,  H. Najmul Akhyar (Suara NTB/ari)

Tanjung (Suara NTB) – Bupati Kabupaten Lombok Utara (KLU), Dr. H. Najmul Akhyar, SH. MH., mengambil langkah untuk bersurat ke presiden, Gubernur NTB dan maskapai penerbangan terkait kelesuan sektor pariwisata akibat tingginya harga tiket. Menurutnya, harga tiket cukup mempengaruhi tingkat kunjungan wisatawan ke NTB khususnya ke wilayah 3 Gili, Lombok Utara.

“Masalah penerbangan ini menjadi salah satu penyebab, sehingga kami akan bersurat ke presiden dan gubernur juga otoritas penerbangan, supaya ini bisa mendapatkan perhatian yang seriuslah. Karena justru saat ini kita sedang merencanakan untuk me-launching 24 jam di bandara internasional, tapi di kondisi yang sama justru lesu dia bandara kita,” ujar Najmul kepada wartawan, Kamis,  14 Maret 2019.

Iklan

Dalam perspektif penumpang via pesawat udara, Najmul sangat mengatasi adanya hubungan sebab akibat, apakah karena penumpang yang rendah ataukah mahalnya tiket dan ongkos bagasi pesawat. Walaupun ia sendiri mengakui, gara-gara tiket mahal dan bagasi berbayar yang diberlakukan maskapai, sangat dirasakan oleh pelaku wisata di NTB.

“Tadi Aubuh saja yah, ada pengusaha yang datang ke saya, sekitar jam 6 tadi. Dia bilang, “pak kok penerbangan ini lesu, tamu kita menjadi sangat kurang sekarang. Ini artinya, penerbangan ini berdampak langsung terhadap dampak pariwisata kita,” simpulnya.

Terhadap persoalan ini, ia berharap kalangan pengusaha pariwisata bisa lebih mengembangkan kreativitas untuk menarik minat pengunjung khususnya di KLU. Betapa tidak, rehabilitasi di sektor pariwisata ini membutuhkan tenaga, dana dan pikiran yang tidak sedikit.

Membangun kembali wisata pascagempa, dorong Najmul harus diawali dengan membangun suasana kepariwisataan itu sendiri. Masyarakat dan pemerintah harus seiring sejalan di sektor wisata, misalnya menjaga tempat pariwisata bersih dan nyaman.

Kedua, persoalan infrastruktur sektor wisata. Kerusakan sarana perhotelan juga membutuhkan sumber daya yang tidak sedikit untuk diperbaiki, sehingga bisa dioperasionalkan. “Contohnya seperti UKM juga, bagaimana caranya untuk menarik para wisatawan dengan ide-idenya. Makanya sekarang, kita sudah mendatangkan pengusaha dari Trengganu dan Selangor Malaysia, dan alhamdulillah mereka sudah membuat MoU untuk hasil UKM kita ini agar bisa dikirim ke Malaysia,” paparnya.

Bupati menambahkan, stakeholder perlu membuat terobosan-terobosan di tengah lesunya sektor pariwisata saat ini. Sebab pemerintah daerah sendiri, akan mengambil langkah strategis dengan meminta pemerintah pusat memikirkan kembali faktor penyebab yang bisa menurunkan angka kunjungan wisata.

“Untuk penerbangan ini, kita akan bersurat ke presiden, gubernur juga otoritas agar bisa mendapatkan perhatian khusus. Kemudian kita juga berharap agar pemerintah pusat mengintervensi masalah pendanaan, tentu dengan APBD yang tidak terlalu besar di Lombok Utara, kami tidak bisa mengcover semuanya. Tetapi harapan kami adalah pemerintah pusat bersedia untuk membantu kita,” tandasnya. (ari)