Pariwisata Lesu, SMK Tanamkan Kemampuan Menjual Jasa Lewat Daring

Bakiriyanto. (Suara NTB/ron)

Mataram (Suara NTB) – Pariwisata mengalami kelesuan selama pandemi Covid-19 ini. SMK di bidang pariwisata berupaya untuk menanamkan ke siswa mengenai praktik menjual jasa maupun produk lewat daring. Hal itu sebagai bekal mereka ketika sudah lulus SMK dan menghadapi perubahan yang mulai terjadi.

Kepala SMKN 4 Mataram, Bakiriyanto menjelaskan, pihaknya mau tidak mau harus belajar dari pandemi Covid-19 ini. Karena berbagai usaha mulai bergeser, tidak semata-mata dilaksanakan secara luring atau offline lagi, tapi mulai menjual jasa melalui daring atau online. Siswa mulai ditanamkan keterampilan menjual jasa melalui daring.

Iklan

“Apa yang bisa dikerjakan ketika orang diam di rumah, bisnis tetap jalan dengan diam di rumah. Kemampuan itulah yang mau tidak mau kami suntikan ke siswa, ketika dia lulus nanti, walaupun dia diam di rumah, tetap bisa beroperasi,” jelasnya.

Penyesuaian berbagai aktivitas untuk mendukung pekerjaan memang perlu ditanamkan ke siswa. Menurutnya, menjual makanan atau menjual jasa sekarang bisa dilakukan melalui daring. Seperti ada aplikasi bersih-bersih rumah, ada siswa SMKN 4 Mataram dari jurusan perhotelan yang direkrut.

Bakiriyanto mengatakan, saat ini memang ada pergeseran. Ketika pariwisata dan hiburan mulai lesu, masyarakat dengan kreativitasnya melakukan perubahan dan menyesuaikan dan situasi. Ia mencontohkan, mulai dibukanya restoran atau kafe rumahan, di mana tempatnya tidak harus tempat eksklusif. “Inovasi baru, rumah pun disulap jadi kafe, sehingga tidak harus pergi jauh untuk ke kafe,” katanya.

Diakuinya, tingkat hunian hotel cenderung berkurang. Namun masih bisa tetap jalan, rata-rata okupansi hotel hanya 50 persen dari kapasitas hotel. Hal itu memaksa, pihak pengelola hotel untuk menekan biaya operasional, sampai pengurangan karyawan. Untuk tetap bertahap pihak hotel mengerahkan segala daya agar tamu tidak putus datang. (ron)