Pariwisata Berkembang, Produksi Industri Makanan dan Minuman Meningkat di NTB

Mataram (suarantb.com) – Badan Pusat Statistik (BPS)  mencatat pertumbuhan produksi  industri manufaktur di NTB pada triwulan I 2017 mengalami peningkatan sebesar 10,69 persen jika dibandingkan triwulan IV 2016.

Iklan
Industri makanan menjadi salah satu sektor industri yang tumbuh di NTB

Kepala Bidang Statistik Produksi BPS NTB, Drs. Anas, M.Si menyebutkan  tiga jenis industri manufaktur mikro kecil yang mengalami peningkatan produksi lebih dari 10 persen pada triwulan I 2017. “Industri minuman naik 25,55 persen, industri percetakan dan reproduksi media rekaman naik 24,11 persen, dan industri makanan naik 14,71 persen,” ujarnya dalam acara rilis BPS, Selasa, 2 Mei 2017.

Sedangkan industri manufaktur mikro dan kecil yang mengalami penurunan produksi antara lain industri kayu, barang dari kayu, dan barang anyaman bambu. Jumlah sampel survei IMK di NTB pada triwulan I Tahun 2017 sebanyak 1.054 unit perusahaan/usaha, yang tersebar di seluruh kabupaten/kota.

Menurut Anas, peningkatan industri makanan dan minuman tersebut disebabkan oleh berkembangnya sektor pariwisata di NTB.
“Bisa dikatakan penyebab industri makanan dan minuman meningkat karena berkembangnya sektor pariwisata. Ini menyebabkan tumbuhnya rumah makan beserta kebutuhan minumannya,” ungkapnya.

Sedangkan untuk industri besar dan sedang (IBS) NTB mengalami kenaikan sebesar 0,37 persen pada triwulan I 2017 dibandingkan dengan triwulan IV-2016. Kontributor utama yang mengalami pertumbuhan positif adalah industri minuman, yang mengalami pertumbuhan positif sebesar 3,99 persen.

“Untuk industri lainnya juga mengalami kenaikan, yaitu industri kayu, barang dari kayu dan gabus (tidak termasuk furnitur) dan barang anyaman dari bambu, rotan, dan sejenisnya naik 0,59 persen dan industri makanan naik 0,31 persen,” tandasnya.

Lanjut Anas, penggolongan industri di atas dilakukan berdasarkan jumlah tenaga kerja. Untuk industri besar adalah industri yang mempunyai tenaga kerja 100 orang atau lebih. Industri sedang  memiliki 20 sampai 99 pekerja, industri kecil dengan 5 hingga 19 orang dan industri mikro adalah industri yang mempunyai tenaga kerja antara 1 sampai 4 orang.

Meskipun terjadi peningkatan, namun Anas mengatakan  pertumbuhan sektor industri manufaktur terhadap PDRB NTB masih rendah. Peran sektor industri terhadap PDRB NTB dengan tambang sebesar 3,88 persen. Sedangkan tanpa tambang sejumlah 3,80 persen. “Jadi masih rendah, karena di bawah 5 persen,” pungkasnya. (hvy)

Advertisement Jasa Pembuatan Website Profesional