Pariwisata Belum Pulih, HPI Dorong Wisata Virtual

H. Ainuddin (Suara NTB/dok)

Mataram (Suara NTB) – Belum normalnya sektor pariwisata NTB akibat pandemi virus corona (Covid-19) disebut membutuhkan solusi-solusi inovatif. Salah satunya dengan mengedepankan promosi berbasis wisata virtual sebagai gambaran kesiapan masing-masing destinasi wisata tersebut.

Ketua Himpunan Pramuwisata Indonesia (HPI) NTB, Dr. H. Ainuddin menerangkan, wisata virtual saat ini tengah menjadi bagian dari pengenalan promosi pelaku usaha.

Iklan

 ‘’Kami punya program secara nasional untuk virtual tour ini. Seperti yang dilakukan BPPD, PHRI, dan lain-lain itu dengan virtual tour secara live, ada (pramuwisata) yang bicara sebagai background dan menunjukkan destinasi itu,’’ ujarnya, Jumat, 10 Juli 2020.

Diterangkan, hal tersebut dapat menjadi pilihan oleh pelaku dan asosiasi usaha yang lebih luas. Terutama untuk mempersiapkan diri menuju kenormalan baru sektor pariwisata pascapandemi. Kendati demikian, keakraban pelaku usaha dengan informasi teknologi (IT) disebut membutuhkan peningkatan.

‘’Kita tinggak susun tata cara teknis penguasaan IT, antara operator dan pengaturan narasinya. Memang tidak akan memuaskan wisatawan, karena berwisata itu kaitannya dengan pengalaman, tapi ini yang bisa kita lakukan (sebagai bagian promosi),’’ jelasnya.

Dicontohkan Ainuddin, pihaknya telah mengirimkan materi wisata virtual pariwisata Lombok – Sumbawa untuk diseminarkan secara nasional melalui pengurus pusat HPI. “Kita setiap hari melakukan itu, bahkan mengundang beberapa negara. Kita (di NTB) juga sudah mengirimkan (persiapan) apa yang ada kita miliki di sini untuk diseminarkan melalui (pengurus) nasional,’’ ujarnya.

Untuk memaksimalkan persiapan tersebut, pihaknya juga telah menggelar pelatihan bagi pramuwisata NTB untuk lebih memahami etika komunikasi dan penerapan pariwisata basis CHS (Cleanliness, Health, and Safety) yang direkomendasikan pemerintah pusat.

Selain itu, untuk menyambut kenormalan baru pihaknya juga telah berkoordinasi dengan Dinas Kesehatan masing-masing kabupaten/kota untuk memfasilitasi rapid test bagi pramuwisata yang ada. Mengingat posisinya yang bersentuhan langsung dengan wisatawan.

  Syafii Efendi Motivasi Ribuan Orang Jadi Pemimpin Perubahan

‘’Kita rapid test dulu, disiapkan dari Dinas Kesehatan setempat. Dengan protokol kesehatan yang mengatur cara duduk berjarak, memakai masker, hand sanitizer. Harapan ke depan itu bagaimana peningkatan kapasitas kemampuan menyambut new normal pascapandemi Covid-19 ini,’’ pungkas Ainuddin. (bay)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here