Papuq Mok, Pedagang Keliling Kampus yang Meninggal di Makkah

Mataram (suarantb.com) – Papuq Mok atau Hj. Semok binti Selemah Ramat, salah seorang jemaah haji asal Kota Mataram yang diberangkatkan dalam kloter 10, dikabarkan meninggal dunia di Makkah, Kamis, 29 September 2016.

Sesuai pengakuan pihak Kantor Kementerian Agama (Kemenag) Kota Mataram, Papuq Mok meninggal setelah melaksanakan seluruh proses ibadah haji dengan sempurna. Saat ini, jenazah Papuq Mok telah dimakamkan pula di Makkah.

Iklan

Kepala Kantor Kemenag Kota Mataram, H. Burhanul Islam mengaku menerima kabar tersebut pada Kamis, 29 September 2016 pagi. Ia mengatakan saat ini masih menunggu sertifikat kematian atau Certificate of Death (COD) dari pihak berwenang di Arab Saudi.

Melalui COD tersebut Kemenag akan mendapatkan informasi rinci meninggalnya jemaah haji berusia 88 tahun tersebut, mulai dari riwayat penyakit serta penyebab meninggalnya.

“Secara tertulisnya, kita belum menerima informasinya, belum kita terima COD-nya,” ungkap Burhanul, Jum’at, 30 September 2016.

Burhanul sendiri mengatakan, Papuq Mok berangkat haji tidak bersama pendamping. Burhanul juga menjelaskan akan segera mengurus asuransi kematian yang bersangkutan dan jemaah haji yang meninggal sebelumnya, yaitu Hj. Huriah untuk diberikan kepada keluarga, bersama dengan santunan Walikota Mataram setelah Kemenag menerima COD.

“Kita tunggu COD dulu, baru kita berziarah ke rumah keluarga sekaligus memberikan informasi lengkapnya dari Kemenag,” ujarnya.

Hj. Semok, atau yang lebih dikenal sebagai Papuq Mok, selama hidupnya dikenal sebagai pedagang keliling di sekitaran wilayah Gomong. Papuq Mok kerap terlihat membawa dagangan dengan bakul dijunjung di kepalanya. Kendati sangat renta, Papuq Mok enggan mengemis dan memilih berdagang keliling ke kampus-kampus atau kantor-kantor di sekitar Jalan Pendidikan, Gomong.

Papuq Mok sangat akrab di kalangan mahasiswa FKIP Unram dan IKIP Mataram. Banyak diantara mahasiswa yang mengaku salut dengan perjuangan Papuq Mok dalam mencari nafkah sehari-hari dengan berjualan buah-buahan, keripik dan makanan ringan lainnya. Tidak jarang, mahasiswa memborong dagangan Papuq Mok sebab menghargai usahanya di usia senja tersebut.

“Kita sering beli keripik dulu, insya Allah masuk surga papuq,” kenang salah seorang mahasiswa IKIP Mataram, Ratih Bariroh.

Baiq Ewik Jiniarti, alumni FKIP Unram juga mengaku sering melihat Papuq Mok berjualan di sekitar kampus FKIP. Ia mengaku salut dengan usaha Papuq Mok hingga bisa menunaikan ibadah haji di akhir hayatnya. (rdi)