Papuq Kalsum Terima Bantuan dari Pemda

Sekda Lobar H. Baehaqi dan Dandim 1606/Lobar Efrijon Kroll saat mengunjungi Papuq Kalsum di rumahnya dan menyerahkan paket bantuan kepada anak Papuq Kalsum, Minggu, 17 Mei 2020. (Suara NTB/her)

Giri Menang (Suara NTB) – Papuq Kalsum, warga lanjut usia (lansia) yang berasal dari Desa Kediri Induk Kecamatan Kediri tidak masuk dalam Basis Data Terpadu (BDT) atau Data Terpadu Kesejahteraan Sosial (DTKS). Akibatnya, dia tidak masuk sebagai penerima bantuan dari pemerintah, dalam kondisi Covid-19, baik dari bantuan Jaring Pengaman Sosial (JPS) Gemilang  pemerintah provinsi maupun JPS Mantap Kabupaten Lombok Barat.

Merespon kondisi Papuq Kalsum ini, pihak Pemda melalui Organisasi Perangkat Daerah (OPD) langsung datang ke rumahnya, Minggu, 17 Mei 2020. Hadir juga Dandim 1606/Lobar Kolonel CZI Efrijon Kroll, S.IP. MM., bersama Sekda Dr. H. Baehaqi dan camat serta kepala desa.

Iklan

Sekda Lobar Dr. H. Baehaqi mengatakan pihaknya bersama Dandim melihat langsung kondisi Papuq Kalsum di rumahnya. Diakui kondisi Papuq Kalsum memang memprihatinkan, sehingga pihaknya pun memberi atensi persolan ini dengan meminta semua OPD berkoordinasi untuk menanganinya. Tidak saja Papuq Kalsum, namun ada beberapa warga yang kondisinya serupa namun tidak masuk BDT. “Alasannya,  karena tidak punya NIK. Ini saya koordinasi dengan pak camat, pemdes agar bukan hanya Papuq Kalsum ini tapi siapa saja yang  tak punya NIK harus diupayakan, karena itulah sebagai dasar masuk BDT,” tegasnya, Minggu kemarin.

Dari data DTKS inipun mereka akan masuk dalam Sistem Informasi Kesejahteraan Sosial – Next Generation (SIKS-NG) sebagai dasar mendapatkan berbagai jenis bantuan dari pemerintah.

Pihaknya akan memerintahkan OPD terkait seperti Dukcapil, Dinas Sosial, Dinas PMD untuk berkoordinasi terkait perihal NIK dan DTKS ini. Tidak saja menangani di wilayah Kediri,  semua tempat supaya jangan terulang ada warga tidak punya NIK, sehingga berimbas terhadap bantuan pada warga.

Persoalan Papuq Kalsum ini, jelasnya, sebagai bahan evaluasi ke depan. Diakuinya, kemungkinan karena keterbatasan informasi, sehingga Papuq Kalsum tak terdeteksi. Namun ia tak menginginkan persoalan ini terulang.  ‘’Jangan sampai koordinasi lemah, sehingga ada warga yang sangat layak mendapat bantuan justru hanya karena NIK tidak ada, dia tidak bisa dapatkan bantuan,”tegas dia.

Kepala Dinas Sosial Lobar L. Marta Jaya menegaskan pihaknya akan segera melakukan penanganan terhadap bersangkutan agar segera masuk BDT. Tentu prosesnya dari usulan dari desa ke pemda. Meski Papuq Kalsum tidak mendapat bantuan JPS, desa memprioritaskan Papuq Kalsum untuk bantuan BLT Dana Desa.

 Kepala Desa Kediri Induk Fadholi Ibrahim mengakui warga atas nama Papuq Kalsum tidak masuk dalam data DTK atau BDT, akibatnya Papuq Kalsum dan anaknya tidak masuk sebagai penerima bantuan, baik itu JPS Gemilang maupun JPS Mantap. ” Memang nenek ini tidak masuk dalam data BDT, tetapi kita prioritaskan di penerima BLT Dana Desa,” tegasnya. (her)