Papan Reklame Nunggak Pajak Disegel

Papan reklame di Jalan Pejanggik, Cakranegara yang disegel, Kamis, 1 Juli 2021. Reklame disegel diduga menunggak pajak dan tak berizin. (Suara NTB/cem)

Mataram (Suara NTB) – Badan Keuangan Daerah (BKD) Kota Mataram mengambil sikap tegas. Reklame yang menunggak pajak akhirnya disegel. Tindakan tegas ini diharapkan memberi efek jera bagi pengusaha.

Pantauan Suara NTB, Kamis, 1 Juli 2021, penyegelan reklame sebelumnya berjalan lancar. Papan reklame di Jalan Pejanggik, Kelurahan Cakra Barat disegel. Penyegelan selanjutnya terkendala megatron di simpang Pasar Buah Cakranegara diduga nunggak pajak tak bisa disegel. Selain terkendala ukuran megatron yang besar, petugas kewalahan ingin memasang segel, sehingga memutuskan akan memanggil pemilik reklame.

Iklan

Kepala Bidang Pelayanan, Penyuluhan dan Penagihan pada BKD, Ahmad Amrin menyebutkan, penyegelan papan reklame ada di empat titik. Di antaranya, Jalan Pejanggik, Majapahit, Langko dan Adi Sucipto. Reklame disegel diduga tidak berizin dan belum membayar pajak ke daerah. “Hari ini, kita segel di empat titik dulu,” sebut Amrin dikonfirmasi, Kamis, 1 Juli 2021.

Amrin tidak merincikan total reklame tak berizin maupun menunggak pajak. Catatannya lima pengusaha reklame di Mataram menunggak pajak. Tetapi satu pengusaha memiliki belasan titik papan reklame. Secara akumulatif total tunggakan pajak mencapai Rp300 juta.

Reklame yang disegel diharapkan dari yang belum mengurus izin. Masalah izin ini sebenarnya jadi kewenangan Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP). Persoalan ditemukan di lapangan adalah, papan reklame yang belum mengurus izin justru tetap memasang konten iklan. “Makanya yang tidak punya izin maupun nunggak pajak kita segel,” tegasnya.

Amrin menyebutkan, target pajak tahun 2021 mencapai Rp4,5 miliar. Capaian sampai akhir Juni baru 34 persen. Realisasi ini dinilai sangat kecil dibandingkan tahun sebelumnya. Karena itu, pihaknya terus menginventarisir reklame mana saja yang menunggak pajak atau tidak berizin. Dari penyegelan itu diharapkan pengusaha datang mengurus izin dan melunasi tunggakan pajaknya.

Disinggung mengenai megatron yang batal disegel, Amrin mengatakan, pihaknya mempertimbangkan keselamatan pengguna jalan dan petugas. Pihaknya akan mencari cara lain dengan menggunakan mobil crane untuk memasang stiker besar di layan megatron tersebut. Dengan cara itu, ia mengharapkan ada efek jera dari para pengusaha reklame. (cem)

Advertisement Jasa Pembuatan Website Profesional