Pantomim Seorang Pemuda Malas

Mataram (Suara NTB) – Pentas seni pantomim memiliki narasi sendiri meski tidak menampilkan komunikasi verbal. Pertunjukan yang terbangun dari perpaduan seni tari dan teaterikal ini membangun diksi dari gerak badan, mimik wajah dan gestur tubuh.

Pentas seni pantomim yang diselenggarakan di Taman Budaya NTB untuk memeriahkan perayaan Hari Sumpah Pemuda, Jumat, 28 Oktober 2016 lalu, bercerita tentang seorang pemuda malas. Sebetulnya, pentas tersebut menjadi sebuah sindiran atas karakter pemuda – pemuda era kekinian. Banyak tunas bangsa yang terjebak menjadi pribadi – pribadi yang tidak produktif.

Iklan

“Pentas ini ceritanya tentang seorang pemuda yang malas. Setiap hari kerjaannya hanya tidur, makan, dan melakukan hal – hal yang tidak produktif,” kata Yusnia Rahayu, salah seorang pemain pantomim yang tampil.

Pemain pantomim lainnya, Afrizal Lutfi tampil memerankan tokoh pemuda malas. Momentum Hari Sumpah Pemuda menggerakkan suasana hatinya untuk keluar, berbalik melawan karakternya. Ia akhirnya kembali dan berperan sebagai pemuda yang kreatif, produktif serta peduli terhadap bansanya.

Kepedulian anak muda terhadap bangsa, dapat diwujudkan melalui hasil kreativitas. Generasi muda zaman sekarang, tidak perlu terlibat baku hantam, mengangkat senjata dan berjuang merebut kemerdekaan. Generasi muda sedianya mengisi kemerdekaan dengan berkarya dan berkarya. Tentunya, karya tersebut dapat dipandang sebagai sesuatu yang bermanfaat bagi publik.

“Sepeti itulah sebenarnya cara kita mengisi kemerdekaan. Paling tidak, kita harus berkarya supaya ada sesuatu yang bermanfaat untuk kita tawarkan kepada masyarakat,” katanya.

Pertunjukan pantomim yang dilakukan itu, ditujukan untuk membangkitkan semangat berbangsa. Menanamkan jiwa nasionalisme di kalangan anak muda, supaya lebih mencintai negara perlu dilakukan. Generasi muda harus mengapresiasi perjungan tokoh – tokoh perebut kemerdekaan. Salah satu cara mewujudkan apresiasi tersebut yakni dengan turut memajukan dan mengembangkan bangsa dan negara. (met)