Pantauan Udara, Lokasi Wisata di Senggigi hingga Tiga Gili KLU Sepi Pengunjung

Lokasi wisata di kawasan Senggigi Lobar dan tiga Gili KLU dari pantauan udara terpantau sepi.(Suara NTB/ist)

Giri Menang (Suara NTB) – Kepala Kantor SAR Mataram (Kakansar) Mataram, Nanang Sigit PH., mengatakan, pihaknya menerbangkan pesawat dari eks Bandara Selaparang, Mataram menuju wilayah perairan pantai di Lombok Barat hingga Lombok Utara, Sabtu, 15 Mei 2021. Kakansar melaksanakan pemantauan secara langsung melalui udara dalam rangka kegiatan Siaga SAR khusus Lebaran.

“Kita melaksanakan pemantauan melalui udara di wilayah perairan Senggigi, Mangsit, Pemenang, dan tiga gili yaitu Gili Meno, Gili Trawangan, dan Gili Air,” ungkap Nanang Sigit PH usai menerbangkan pesawat tipe microlight.

Iklan

Nanang mengatakan, lonjakan jumlah wisatawan yang berkunjung di wilayah pantai saat ini terlihat belum signifikan. “Untuk masyarakat secara umum yang melakukan wisata di wilayah perairan tersebut masih sangat sedikit,” katanya.

Hal ini kemungkinan diakibatkan adanya penutupan tempat-tempat wisata oleh pemerintah daerah setempat. Sementara itu, para personil masih tetap melaksanakan pemantauan di pelabuhan dan beberapa tempat wisata pantai. Siaga SAR Khusus masih akan berjalan hingga tanggal 24 Mei 2021 sesuai instruksi dari Basarnas pusat.

Selanjutnya pemantauan direncanakan menuju perairan selatan yaitu wilayah Sekotong hingga Kuta Mandalika. Rencana tersebut tentunya akan kembali dilihat dari situasi dan kondisi ke depannya. “Jika masih terdapat keramaian, kami akan menambah (hari) atau menuju spot-spot yang memang dianggap rawan terjadinya kecelakaan,” tandasnya.

Sementara itu, pantauan tim aparat yang bertugas melakukan pengawasan di lokasi wisata Senggigi terpantau Sepi. Kapolsek Senggigi, Kompol Bowo Tri Handoko mengatakan sejumlah objek wisata di seputaran Senggigi, Lombok Barat relatif sepi. Kondisi ini terpantau dari Pantai Kerandangan, Desa Senggigi; Pantai Duduk, Desa Batulayar Barat; dan Pantai Tanjung Bias, Desa Senteluk. “Tidak ada kerumunan pengunjung di tempat wisata tersebut. Pengelola objek wisata sudah mengetahui dan memahami adanya surat edaran Bupati Lombok Barat,” ujarnya.

Edaran bupati itu berisi tentang pembatasan kegiatan pada bulan Ramadan dan Idulfitri 1442 H/2021 M. Pembatasan ini karena dalam masa Pandemi Covid-19. “Pemantaun dilakukan secara mobiling dan stasioner. Baik melalui kegiatan patroli, maupun penjagaan pada akses tempat wisata,” ucapnya.

Selain pemantauan, personel tetap memberikan imbauan kepada masyarakat yang ada di sekitar objek wisata terkait surat edaran bupati. SE itu sendiri bernomor 800/165/BPBD-LB/V/2021. Poin pokok dalam imbauan itu, jelasnya, berupa imbauan kepada masyarakat selalu mengikuti protokol kesehatan. Imbauan ini bertujuan mencegah penyebaran virus Covid-19.

Secara keseluruhan kegiatan berlangsung aman, tertib dan lancar. Kegiatan ini didukung oleh kegiatan penyekatan yang dilaksanakan pada dua titik di Kecamatan Batulayar. “Situasi ini juga didukung dengan dilakukannya penyekatan pada dua lokasi, yaitu di simpang empat Montong, dan depan Kantor Camat Batulayar,” pungkasnya. (her)

Advertisement Jasa Pembuatan Website Profesional