Pantai Labuhan Haji Ditata

Kegiatan bersih-bersih pantai di Pantai Labuhan Haji merupakan salah satu upaya menjadikan destinasi ini sebagai objek wisata andalan di Lotim. (Suara NTB/rus)

Selong (Suara NTB) – Lapak-lapak pedagang yang ada di pinggir Pantai Labuhan Haji Lombok Timur (Lotim) tahun 2021 akan ditata. Ratusan pedagang yang berjualan di sempadan pantai akan digeser. Desa Labuhan Haji akan mengorbankan tanah pecatu sebagai tempat relokasi.

Demikian disampaikan Kepala Desa Labuhan Haji, Fahminuddin kepada Suara NTB, Jumat, 15 Januari 2021.

Iklan

Selain itu, ujarnya, pihaknya menyiapkan anggaran dari Dana Desa (DD) sebesar Rp 600 juta. Namun, melihat jumlah pedagang yang cukup banyak, penataan ini masih cukup jika hanya mengandalkan DD.

Pihaknya berharap ada sumber anggaran lain yang bisa digunakan untuk mempercepat pemolesan Labuhan Haji menjadi destinasi wisata andalan dan banyak digemari pengunjung. Diketahui saat ini, banyak pengunjung yang mendatangi Labuhan Haji guna menikmati sajian kuliner yang ada di pinggir  pantai.

Namun, kondisi Pantai Labuhan Haji masih kumuh. Apalagi saat musim hujan banyak kiriman sampah yang membuat Pantai Labuhan Haji menjadi tempat tumpukan sampah. Pihaknya berharap, Labuhan Haji menjadi desa bersih dan bebas kumuh.

Camat Labuhan Haji, Muhir sebelumnya mengapresiasi langkah Desa Labuhan Haji mengalokasikan DD-nya untuk penataan kawasan wisata. Sebagai salah satu destinasi wisata yang sudah lama terkenal, Pantai Labuhan Haji harus ditata menjadi tempat yang sangat menarik.

Pilihan desa menggunakan anggaran desanya dianggap sudah tepat. Meski sebagian besar DD tersebut diarahkan untuk penataan. Menurut Camat, dampaknya ke depan akan sangat besar bagi pengembangan perekonomian di Desa Labuhan Haji.

Pembebasan lahan 1,3 ha tanah pecatu milik desa Labuhan Haji menjadi tempat relokasi dan areal parkir bagi pengunjung ini diyakini akan memberikan efek ekonomi yang besar bagi desa. Tempat parkir tersebut akan menjadi sumber pendapatan bagi Desa Labuhan Haji.

Nantinya, pintu masuk kawasan pantai dengan pintu keluarnya akan dibuat berbeda. Para pengunjung setelah lewat parkir lalu masuk ke objek wisata pantai dengan cara jalan kaki, yakni berjalan melingkar. “Konsepnya seperti di Candi Borobodur,” ujarnya. (rus)

Advertisementfiling laporan pajak Jasa Pembuatan Website Profesional