Pantai Kuta Ditetapkan Jadi Kawasan Konservasi Penyu

Puluhan tukik dilepas kembali di kawasan Pantai Kuta sebagai lokasi konservasi penyu. (Suara NTB/ist)

Praya (Suara NTB) – Kawasan Pantai Kuta di kawasan The Mandalika ditetapkan sebagai kawasan konservasi untuk penyu. Mengingat, kondisi kawasan pantai Kuta yang banyak area karang yang dinilai cocok sebagai tempat berkembang biaknya satwa langka tersebut. Terbukti, dalam tahun ini saja sudah beberapa ditemukan penyu bertelur di kawasan Pantai Kuta.

“Pantai Kuta The Mandalika, merupakan area pantai berkarang yang cocok menjadi lokasi penyu bertelur,” ungkap Operations Head The Mandalika, I Made Pari Wijaya, dalam keterangan yang diterima Suara NTB, Kamis, 17 September 2020.

Iklan

Sebelumnya, ada sekitar 80 sampai 100 ekor tukik yang ditemukan telah menetas di area Kuta Beach Park The Mandalika pada bulan Juli lalu. Dan, sampai saat ini sudah sampai tiga ditemukan. Bahkan terakhir ada 50 tukik yang ditemukan.

“Tukik-tukik tersebut pun sudah dilepas kembali bersama dengan wisatawan yang berkunjung ke kawasan The Mandalika,” jelasnya.

Pelepasan tukik atau anak penyu kembali ke habitatnya di laut adalah salah satu upaya pelestarian penyu yang tergolong ke dalam satwa langka dan dilindungi oleh undang-undang.  Selain sebagai upaya pelestarian lingkungan hidup. Sehingga ke depan keberadaan tukik bisa dijadikan sebagai salah satu atraksi yang dapat dilakukan oleh wisatawan di kawasan The Mandalika.

Melalui aksi tersebut, ITDC pun berharap dapat membangun kesadaran masyarakat dalam menjaga kelestarian penyu yang secara terus menerus bermigrasi dan hidup di seluruh perairan Indonesia. “Dengan adanya kegiatan ini, diharap dapat membangun kesadaran kita semua mengenai pentingnya konservasi alam bagi kelangsungan hidup hewan langka, salah satunya penyu sehingga bisa membuat kita lebih menyayangi lingkungan kita bersama,” tutupnya. (kir)