Pantai Cemara Lembar Digadang-gadang Seperti Ancol

Pemandangan matahari terbenam menjadi daya tarik di Pantai Cemara Lembar. (Suara NTB/her)

Giri Menang (Suara NTB) -Pemandangan indah matahari terbenam (sunset point) menjadi daya tarik tersendiri Pantai Cemara Kecamatan Lembar Kabupaten Lombok Barat (Lobar). Keindahan sunset point ini membuat Bupati Lobar, H. Fauzan Khalid berdecak kagum. Bahkan daya tarik kawasan wisata yang dekat dengan Pelabuhan Lembar ini digadang-gadang bisa seperti Ancol ke depannya.

“Sunset point Cemara ini luar biasa bagus,” kata bupati saat mengahadiri tasyakuran para UMKM di kawasan setempat Senin, 4 Januari 2021. Menurutnya, Pantai Cemara kurang terekspos oleh media cetak dan online.”Kalau diekspos maka akan ramai,” ujar Fauzan.

Iklan

Ia berharap Pantai Cemara akan ramai seperti Tanjung Bias. Maka ke depan diharapkan ada yang menjadi daya tarik tersendiri yang dimiliki Pantai Cemara. “Jika ada daya tarik yang lebih menarik maka pengunjung ke Pantai Tanjung Bias akan terpecah perhatiannya untuk berkunjung ke tempat ini,” katanya.

Untuk itu, bupati dua periode ini mengatakan ke depan berjanji akan memprioritaskan perbaikan jembatan dengan desain yang unik supaya layak dan pengunjung tertarik.”Dan ramai dikunjungi bila perlu di bawah jembatan ada speed boat yang disiapkan,” pungkasnya.

Perencanan untuk penataan kawasan Pantai Cemara memang sudah lama direncanakan. Bahkan 2020 lalu, sudah disiapkan Rp 4,5 milliar. Namun karena covid, anggaran dialihkan. “Ke depan kita carikan dan maksimalkan. Termasuk komitmen mendukung para pedagang kecil dan UMKM yang ada,” cetusnya.

Untuk itu, para pedagang setempat diharapkan untuk mendukung program pemda yang baik termasuk dalam menangani sampah. Sementara, Anggota DPRD Provinsi NTB, H.Hasbullah Muis juga kagum dengan sunset point Pantai Cemara termasuk pantai Nampak Tilas yang ada. “Ini tidak jauh beda dengan Tanjung Bias. Pemerintah Daerah (pemda) harus terlibat dari awal. Jangan sampai masyarakat masuk, pemda belum siap,”katanya.

Selanjutnya, anggota DPRD NTB Dapil Lombok Barat dan KLU itu juga  sependapat dengan Bupati Lobar untuk membuat branding atau sesuatu yang menonjol untuk dijual supaya ada daya tarik wisatawan untuk berkunjung. Termasuk perbaikan jembatan Cemara.

Kades Lembar Selatan, H.Beni Basuki juga menyebutkan keterbatasan anggaran untuk memperbaiki infrastruktur jalan menuju Nampak Tilas Ekowisata, Makam Keramat dan kawasan mangrove yang terkesan mati suri.”Kami dari desa memberikan bantuan penimbunan jalan, namun terbatas panjang jalan umum Cemara 5 Kilometer. Selain itu kami juga siapkan penerangan jalan dan lampu sorot,”cetusnya.
Pada kesempatan itu diresmikan 10 gerobak untuk pedagang UMKM Cemara. Menurut Konsultan Perencana Pantai Cemara, I Putu Eka Budhi Suyatna, Cemara dapat menjadi destinasi yang komplet, mulai dari penginapan, atraksi wisata, zona kuliner, dan religi.”Cemara ini memiliki segalanya, mulai dari pemandangan alamnya, atraksi pantainya juga ada, kulinernya ada, masyarakatnya juga sudah mulai mendukung pariwisata yang tadinya hanya mengandalkan sektor nelayan saja sekarang sudah ada tambahan pekerjaan di kuliner dan lainnya,” terang Eka.

Eka mejelaskan, pihaknya masih menggodok atraksi mangrove cruise bagi wisatawan agar dapat berkeliling di kawasan mangrove yang ada di Pantai Cemara. Termasuk membuat paket-paket lainnya sehingga wisatawan memiliki banyak pilihan selain datang untuk duduk di pinggir pantai.

Jika diurutkan, terang Eka, mulai dari utara ada wisata religi, lalu zona Pantai Napak Tilas, di lokasi itu ada wahana bermain, kemudian kuliner ringan. Selanjutnya zona kuliner, kemudian zona yang rencananya dipersiapkan bagi investor untuk mengembangkan penginapan atau villa.
“Cemara ini jika dikelola dengan benar, hampir mirip Ancol yang ada di Jakarta,” ujar Eka.

Perencanaan revitalisasi di kawasan Pantai Cemara sebenarnya sudah dilakukan sejak dua tahun lalu. Namun, dengan adanya refocusing anggaran untuk penanganan Covid-19 akhirnya bergeser ke tahun 2021. Namun hal itu juga masih belum bisa dilakukan. Hal itu dikatakan Kepala Dispar Lobar, H. Saepul Akhkam.”Kondisi ini membuat kita mengambil kesempatan untuk mengintegrasikan dengan segala pendekatan. Salah satunya sosial budaya dengan partisipatoris. Kita berusaha 3-4 tahun ke depan dengan masterplan yang komprehensif itu kita integrasikan dengan RPJMDes,” kata Akhkam.

Jika dibandingkan dengan beberapa waktu lalu, kondisi di Pantai Cemara sudah mengalami banyak kemajuan. Kolektif antara pedagang dengan pemda dan juga pihak desa, pokdarwis, maupun BUMDes untuk menata Cemara sudah sesuai dengan arahan masterplan. Tidak sekedar menjadi dokumen, masterplan saat ini sedang dalam tahap impelementasi dari desain menjadi riil di lapangan.(her)

Advertisement Jasa Pembuatan Website Profesional