Panitia Tak Boleh Gugurkan Peserta SKB Reaktif Corona

Muhammad Nasir (Suara NTB/dok)

Mataram (Suara NTB) – Badan Kepegawaian Daerah (BKD) merilis data final peserta Seleksi Kompetensi Bidang (SKB) CPNS 2019 yang melaksanakan ujian di luar NTB. Sebanyak 124 pelamar dari 936 peserta SKB yang melakukan daftar ulang memilih lokasi ujian di UPT BKN yang ada berada 15 provinsi di Indonesia.

Sementara itu, kaitan dengan peserta SKB yang dinyatakan reaktif virus Corona (Covid-19), panitia tak diperbolehkan menggugurkan peserta. Bagi peserta yang dinyatakan reaktif Corona, disediakan ruangan ujian khusus oleh panitia.

Iklan

‘’Panitia tidak boleh menggugurkan peserta seleksi, walaupun peserta dari hasil rapid test reaktif. Pelaksanaan SKB dapat dilakukan  peserta di ruang khusus, setelah mendapat rekomendasi dari tenaga medis,’’ kata Kepala BKD NTB, Drs. Muhammad Nasir, Sabtu, 8 Agustus 2020.

Nasir mengatakan hal tersebut sesuai penjelasan dari Kepala Kantor Regional X BKN Denpasar, Bambang Hari Samasto saat meninjau kesiapan pelaksanaan SKB CPNS di NTB, pekan lalu. Pada kesempatan tersebut juga dihadiri seluruh Kepala BKPP/BKPSDM se-Pulau Lombok.

Selain itu, kata Nasir, waktu untuk setiap pergantian sesi sekitar 90 menit, dapat digunakan untuk membersihkan sarana prasarana yang digunakan dalam seleksi SKB.  Seperti ruang CAT, keyboard, mouse, kursi, meja, handle pintu, loker, serta penyemprotan cairan disinfektan.

Di ruangan CAT, panitia diminta mematikan AC dan membuka jendela, guna menghindari penyebaran virus Covid-19.

Sedangkan penitia yang bertugas di ruang khusus harus dilengkapi dengan alat pelindung diri berupa masker, face shield dan sarung tangan.

Nasir menjelaskan setiap peserta SKB akan di cek suhu tubuhnya di pintu masuk area tes. Apabila suhu tubuh peserta di bawah 37,3 derajat celcius  maka peserta dapat melakukan ke pos berikutnya.  Apabila suhu tubuh peserta di atas 37,3 derajat celcius  maka akan dilakukan pemeriksaan sebanyak dua kali dengan jarak waktu 5 menit.

Jika suhu tubuh peserta SKB  masih di atas 37,3 derajat celcius. Maka peserta akan diperiksa oleh tim medis. Apabila tim medis merekomendasikan untuk mengikuti tes, maka peserta dapat melakukan tes pada ruang khusus. Tetapi bila tidak mendapat rekomendasi, maka peserta akan mengikuti tes pada H+1 pelaksanaan seleksi SKB. Selain itu, kata Nasir, di lokasi penyelenggaraan SKB juga harus disiapkan ambulans.

Nasir menambahkan jumlah peserta SKB yang melakukan daftar ulang sebanyak 936 orang. Dimana, 812 orang memilih lokasi ujian SKB di CAT BKD NTB. Sedangkan sisanya sebanyak 124 peserta, memilih lokasi ujian di luar NTB yang tersebar di 15 provinsi di Indonesia.

Sebanyak 124 peserta SKB yang memilih lokasi ujian di luar NTB, yaitu 3 orang di Kantor Regional VI BKN Medan, 11 orang di BKN Pusat, 10 orang di UPT BKN Semarang, 29 orang di Kantor Regional II BKN Surabaya.

Kemudian, 17 orang di Kantor Regional IV BKN Makassar, satu orang di UPT BKN Padang, satu orang di Kantor Regional XII BKN Pekanbaru, 10 orang di Kantor Regional III Bandung, 22 orang di Kantor Regional I BKN Yogyakarta. Selanjutnya, 13 orang di Kantor Regional X Denpasar, satu orang di UPT BKN Pontianak, 2 orang di UPT BKN Balikpapan, satu orang di UPT BKN Palu, satu orang di UPT BKN Mamuju, Satu orang di UPT BKN Ambon dan dua orang di Kantor Regional IX BKN Jayapura. (nas)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here