Panglima TNI dan Kapolri Safari Ramadhan di Lombok

Mataram (Suara NTB) – Panglima TNI, Marsekal TNI Hadi Tjahjanto bersama Kapolri, Jenderal Pol Tito Karnavian menyambangi Lombok, NTB, Rabu, 30 Mei 2018 dalam rangka Safari Ramadhan 1439 H. Dua pimpinan tertinggi aparat keamanan di Indonesia itu menegaskan soliditas dan sinergitasnya dalam menjaga NKRI.

Dinamika negara belakangan ini, menurut Hadi merupakan ajang komponen bangsa untuk memperkuat persatuan. Rusuh tahanan terorisme di Mako Brimob Depok Jawa Barat, aksi teror bom di gereja di Surabaya, dan penyerangan Mako Polda Riau tak sampai mengusik persatuan.

Iklan

“Kita semua harus bisa selesaikan. Kelompok paham radikal ingin memecah belah Indonesia. Mari kita sama-sama perangi paham tersebut untuk menjaga keutuhan wilayah,” kata panglima TNI di Makorem 162/Wira Bhakti, Mataram.

Hadi melanjutkan, TNI pada prinsipnya sangat siap untuk membantu kepolisian ikut serta memerangi terorisme. Yang mana dikuatkan dengan revisi UU Terorisme yang pada pertengahan Mei ini disahkan DPR RI.

TNI-Polri, sambung dia, merupakan kekuatan besar yang sangat mampu menjaga NKRI. Namun diperlukan juga dukungan setiap elemen bangsa seperti alim ulama, tokoh masyarakat, dan masyarakat itu sendiri.

“Masyarakat tidak perlu khawarir dengan aksi terorisme, kami meyakini hal itu bisa diatasi. TNI akan mendukung kebijakan dan langkah kepolisian demi tegaknya NKRI,” jelasnya.

Masing-masing TNI dan Polri memiliki kekuatan personel hampir setengah juta personel. Menurut Hadi, kekuatan itu digunakan tidak hanya untuk penegakan hukum dan kedaulatan negara, tetapi juga turut serta dalam mendukung pembangunan.

“Yang kita harapkan Indonesia ekonominya maju. Persyaratannya, investor banyak datang, ekspor luar biasa, dan keamanan terjaga. Mari rapatkan barisan untuk menjaga NKRI yang kita cintai ini,” papar panglima TNI.

Sementara Tito menegaskan perihal keamanan yang merupakan modal dasar pembangunan. Dalam konteks NTB, pembangunan pariwisata, pertanian, kelautan, dan pertambangan didasari pada kondusivitas daerah.

“Bagi saya nikmat alam ini nomor sekian. Tetapi nikmat paling penting bagi masyarakat yang diberikan Allah menurut saya adalah nikmat aman,” kata Tito disambut tepuk tangan hadirin.

Jenderal bintang empat ini menambahkan, keamanan suatu daerah membawa dampak pada investasi serta lancarnya program pembangunan yang dihajatkan pemerintah. Tito menegaskan kembali soal pentingnya peran masyarakat dalam mendukung tercapainya tujuan pembangunan dimaksud.

“Dengan adanya pembangunan ini, tujuannya agar NTB bisa terus berkembang. Sumber daya manusianya luar biasa, keamanan bagus, kekayaan alam luar biasa. Kesejahteraan meningkat,” terang Tito.

Dalam kegiatan itu, turut hadir Gubernur NTB, TGH. M. Zainul Majdi, Pangdam IX/Udayana, Mayjen TNI Benny Susianto, Kapolda NTB, Brigjen Pol Achmat Juri, Danrem 162/WB, Kolonel Czi Ahmad Rizal Ramdhani, Danlanud Rembiga, Kolonel Pnb Dodi Fernando, Danlanal Mataram, Kolonel Laut (P) Ludi Muharjo, pejabat Forkopminda NTB, serta para Dandim dan Kapolres jajaran se-NTB. (why)