Panggilan Kedaruratan 112 Terima 1.563 Panggilan Main-main

Operator call center 112 Kota Mataram menerima laporan atau pengaduan dari masyarakat, Selasa, 5 Oktober 2021. Sejak diluncurkan banyak laporan diterima dari masyarakat. Dari 12.107 laporan diterima sekitar 1.563 panggilan anonim. (Suara NTB/cem)

Mataram (Suara NTB) – Panggilan kedaruratan 112 di Kota Mataram mulai diaktifkan kembali. Pelayanan publik ini, justru tidak dimanfaatkan secara maksimal oleh sebagian masyarakat. Tercatat 1.563 panggilan anonim atau main-main.

Data diterima Suara NTB, Selasa, 5 Oktober 2021, total panggilan kedaruratan yang diterima mulai Januari – September 12.107. Dengan rincian 10.063 panggilan normal, 1.563 panggilan anonim dan 481 panggilan terbatas.

Iklan

Dari total keseluruhan laporan diterima operator paling banyak adalah keamanan dan ketertiban umum 26 persen, kecelakaan 22 persen, Covid-19 17 persen, kriminalitas 13 persen, kebakaran 8,7 persen, tiang listrik rubuh 8,7 persen, evakuasi hewan liar 4 persen dan sisanya banjir, bencana alam serta kekerasaan perempuan dan anak atau KDRT 0 persen.

Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika Kota Mataram, Drs. I Nyoman Suwandiasa menyampaikan, pihaknya menyiapkan dua plafon pelayanan publik untuk panggilan kedaruratan atau call center 112. Yakni, dengan pendekatan Mataram Lapor yang berbasis website dan pesan singkat.

Persoalan kultural masyarakat cenderung memilih melapor melalui pesan singkat. “Saya kira tidak ada masalah. Kita memfasilitasi masyarakat sebagai bentuk pelayanan,” terang Nyoman.

Nyoman mengakui, sejak diluncurkan pada 31 Agustus lalu, tingkat laporan semakin meningkat. Laporan diterima operator berupa konsultasi atau menanyakan vaksinasi. Menurutnya, apapun bentuk laporan masyarakat tidak menjadi persoalan. Pihaknya tetap memberikan pelayanan bagi masyarakat. “Kita tidak jadi masalah dan pasti kita layani,” ujarnya.

Pelayanan call center 112 ini masih saja ditemukan panggilan anonim atau hoaks. Umumnya ini dilakukan oleh toko aksesoris handpone yang mencoba main – main. Secara sistem panggilan itu tidak bisa lagi masuk dan langsung ditolak.

Secara berkala dilakukan evaluasi. Sebelumnya, operator hanya bisa menerima laporan khusus di areal Kota Mataram. Pembatasan ini tidak bisa dilakukan, sehingga masyarakat manapun dipersilakan melaporkan peristiwa atau kejadian apa saja yang berkaitan dengan pelayanan publik.

Pelayanan publik sendiri, pihaknya bekerjasama dengan tujuh dinas seperti Kepolisian, Pemadam Kebakaran, Dinas Lingkungan Hidup, Badan Penanggulangan Bencana Daerah, Satuan Polisi Pamong Praja dan Dinas Perumahan dan Kawasan Pemukiman Kota Mataram. Tujuh institusi ini secepat mungkin menindaklanjuti setiap laporan masyarakat. “Kita punya penghubung di masing – masing institusi yang akan melaporkan setiap kejadian yang disampaikan masyarakat,” demikian kata dia. (cem)

Advertisement Jasa Pembuatan Website Profesional