Panggilan Kedaruratan 112 Tak Berfungsi

Mataram (Suara NTB) – Panggilan kedaruratan atau Call Center 112 ibarat hidup segan mati tak mau. Program Kementerian Komunikasi dan Informatika ini tak berfungsi maksimal di Kota Mataram. Saat Suara NTB mencoba menghubungi nomor kedaruratan 112 melalui telepone pintar, panggilan tidak bisa masuk. Demikian pula hingga panggilan kelima.

Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika (Kominfo) Kota Mataram, Drs. H.L. Junaidi mengungkapkan, Kementerian Kominfo bulan November lalu turun mengevaluasi tindaklanjut program call center di beberapa daerah yang jadi pilot proyek, termasuk Kota Mataram. Namun demikian, hasil evaluasi ini belum diterima. “Hasilnya menunggu dari kementerian,” kata Junaidi pekan kemarin.

Iklan

Program Call center 112 ini sepenuhnya pengelolaan tanggungjawab kementerian. Termasuk pengangkatan petugas serta peralatan. Junaidi belum berani memastikan panggilan kedaruratan tersebut berlanjut atau tidak. Kata dia, kalaupun program ini tidak berlanjut, secara otomatis peralatan dicabut. “Kalau peralatannya dari pihak ketiga,” sebutnya.

Panggilan darurat dilauncing bersamaan di 10 kabupaten/kota sebenarnya diharapkan mempermudah masyarakat menginformasikan situasi kebencanaan. Operator melanjutkan informasi ke petugas terkait sehingga lebih cepat ditangani. Namun demikian sambung Junaidi, dari sisi kuantitas dan kualitas informasinya tidak signifikan. Banyak masyarakat hanya mencoba – coba.

Terkait sulitnya mengakses panggilan kedaruratan tersebut. Salah seorang operator mengklaim kemungkinan banyak panggilan yang masuk, sehingga secara otomatis panggilan ditolak. Menurut dia, dalam sehari ribuan panggilan diterima oleh operator dengan keluhan dan informasi berbeda. “Mungkin banyak panggilan masuk pak,” jawabnya. (cem)