Pandemi Covid-19 Tak Halangi Minat Warga Gelar Bau Nyale

Warga turun ke laut  menangkap nyale (cacing laut) dalam event Bau Nyale di kawasan Pantai Seger Kuta Lombok Tengah (Loteng), Kamis kemarin. (Suara NTB/kir) 

Praya (Suara NTB) – Pandemi Covid-19 yang tengah berlangsung nyatanya tidak mengurangi pamor event Bau Nyale yang puncak perayaannya digelar, Kamis, 4 Maret 2021. Meski tidak ada hiburan yang digelar seperti pada perayaan sebelum-sebelumnya, ribuan warga tetap tumpah ruah disejumlah lokasi perayaan Bau Nyale. Termasuk di kawasan Pantai Seger Kuta yang selama ini menjai pusat perayaan event pariwisata nasional tersebut.

Perayaan tradisi tahunan masyarakat suku Sasak di Pulau Lombok ini, tahun ini memang jauh berbeda dari tahun sebelum-sebelumnya. Pemerintah sendiri tidak menggelar perayaan khusus untuk menyemarakkan event Bau Nyale. Bahkan pemerintah daerah meminta supaya warga tidak merayakan event berupa aktivitas menangkap (bau) cacing laut (nyale) secara bersama-sama pada dini hari hingga menjelang fajar di kawasan pesisir Pantai Loteng bagian selatan tersebut.

Iklan
Warga turun ke laut  menangkap nyale (cacing laut) dalam event Bau Nyale di kawasan Pantai Seger Kuta Lombok Tengah (Loteng), Kamis kemarin. (Suara NTB/kir)

Mengingat, pandemi Covid-19 masih berlangsung dan dikhawatirkan bisa memicu kluster baru penyebaran Covid-19. Namun hal itu tidak menyurutkan minat warga untuk datang mengelar event Bau Nyale. “Warga tetap ramai untuk datang Bau Nyale,” aku Ahmad Anwar, salah seorang pengunjung.

Diakuinya, perayaan Bau Nyale tahun ini tidak seleluasa perayaan sebelum-sebelumnya. Dimana hanya warga lokal saja yang diperkenankan masuk ke lokasi perayaan. Itu pun jumlahnya dibatasi oleh aparat keamanan. Bagi warga luar oleh aparat keamanan diminta untuk kembali.

Seperti di kawasan Pantai Seger Kuta, setiap warga lokal yang masuk pun harus bisa menunjukkan kartu identitas. Kalau tidak, oleh aparat keamanan tidak diperkenankan masuk ke lokasi perayaaan. ‘’Karena tengah ada pandemi Covid-19, tidak semua bisa masuk ke lokasi perayaan Bau Nyale,’’ terangnya seraya menambahkan, tahun ini Nyale cukup banyak keluar.

Sementara itu, Dandim 1620/Loteng Letkol Inf. I Putu Tangkas Wiratawan, mengatakan perayaan Bau Nyale tahun ini berjalan aman dan lancar. Sepanjang malam, jajarannya terus berpatroli dan berjaga titik-titik keramaian yang ada. Hal itu untuk memastikan situasi keamanan bisa tetap terjaga. Sekaligus memastikan warga yang datang merayakan Bau Nyale tetap disiplin menjalakan protokol Covid-19.

Walaupun tidak dipungkiri masih banyak warga yang melanggar protokol Covid-19. Terutama dalam hal penggunaan masker. ‘’Tidak dipungkiri masih banyak ditemukan warga yang belum mematuhi prokes dengan tidak menggunakan masker. Dan, itu kami ingatkan terus agar terhindar dari Covid-19,’’ terangnya.

Untuk personel keamanan sendiri, total ada sekitar 350 personel gabungan yang diterjunkan untuk membantu mengamankan perayaan event Bau Nyale di Loteng tahun ini. Total ada sekitar 16 titik lokasi perayaan Bau Nyale, disepanjang pantai selatan Loteng. Mulai dari kawasan Pantai Torok Aik Belek dibagian barat Loteng, hingga Pantai Selong Belanak, Pantai serangan, Pantai Seger, Pantai Tanjung A’an dan Pantai Bebuak di bagian timur.

Pemerintah daerah memang tidak bisa melarang kegiatan perayaan Bau Nyale. Karena itu merupakan tradisi masyarakat setempat. Bahkan sudah masuk dalam kalender event pariwisata nasional. Kendati demikian, pihak Polres Lombok Tengah tetap menerjunkan personelnya untuk melakukan pengamanan pada saat pelaksanaan acara Bau Nyale.

“Walaupun tidak ada acara perayaan yang disertai hiburan, kami dari Polres Lombok Tengah tetap lakukan pengamanan untuk mengantisipasi kerumunan,” ucap Kabag. Ops Polres Loteng, Kompol I Kadek Suparta. (kir)

Advertisementfiling laporan pajak filing laporan pajak Jasa Pembuatan Website Profesional