Pandemi Covid-19, Bantuan untuk Sekolah Model Tidak Bisa Diberikan

Mohammad Mustari (Suara NTB/dok)

Mataram (Suara NTB) – Lembaga Penjaminan Mutu Pendidikan (LPMP) NTB memiliki sekolah binaan melalui sekolah model. Sekolah model mendapatkan bantuan, tapi dengan adanya pandemi Covid-19, bantuan tersebut tidak bisa diberikan.

Kepala LPMP NTB, Mohammad Mustari, MM., MA. Ph.D., mengatakan, untuk penjaminan mutu, pihaknya membina 200 sekolah model. Sekolah model itu diberikan juga bantuan dana. Namun, di masa pandemi Covid-19 ini, pada tahun 2020 tidak ada bantuan untuk sekolah model, karena anggarannya dialihkan untuk penanganan Covid-19.

Iklan

“Namun, kami tetap memberikan bantuan pengetahuan atau model pembelajaran jarak jauh melalui daring, sudah dilakukan beberapa tahap, dan di semua jenjang satuan pendidikan di kabupaten/kota maupun provinsi,” jelasnya.

Ia menjelaskan, sekolah binaan seperti sekolah rujukan atau sekolah model ditetapkan dan dibina oleh Direktorat dan LPMP untuk menjadi sekolah acuan bagi sekolah lain di sekitarnya. Terutama dalam hal penerapan penjaminan mutu pendidikan secara mandiri. Termasuk, menerapkan seluruh siklus penjaminan mutu pendidikan secara sistemik, holistik, dan berkelanjutan, sehingga budaya mutu tumbuh dan berkembang secara mandiri.

Selain itu, lanjut Mustari, untuk mengembangkan pusat keunggulan sesuai dengan karakteristik sekolah. “Memiliki tanggung jawab untuk mengimbaskan praktik baik penerapan penjaminan mutu pendidikan kepada lima sekolah di sekitarnya,” jelasnya.

Indikator keberhasilan sekolah binaan, dapat dilihat dari luarannya di mana satuan pendidikan mampu menjalankan  seluruh siklus penjaminan mutu. Juga berfungsinya organisasi penjaminan mutu pendidikan di satuan pendidikan. Hasil dari hal itu, proses pembelajaran berjalan sesuai standar, dan pengelolaan satuan pendidikan  berjalan sesuai standar. “Dampaknya budaya mutu di satuan pendidikan  terbangun, mutu hasil belajar meningkat,” jelasnya.

Pihaknya juga mengembangkan sekolah binaan sebagai sekolah penggerak di era adaptasi kebiasaan baru. Mustari menjelaskan, hal-hal yang harus dilakukan di sekolah binaan dengan fasilitas LPMP antara lain menetapkan indikator dan sub-indikator Standar Nasional Pendidikan (SNP) dalam masa Covid-19 dan masa adaptasi kebiasaan baru.

Sekolah juga perlu melakukan Evaluasi Diri Sekolah (EDS) sesuai dengan indikator dan sub-indikator yang telah ditetapkan. Juga merancang program untuk peningkatan mutu sesuai dengan EDS telah dilakukan.

“Sekolah mengimplementasikan program yang telah dirancang, mengevaluasi pelaksanaan dan capaian program yang dilaksanakan. Sekolah dapat melakukan audit mutu untuk mengetahui kendala dan rekomendasi yang harus dilakukan,” pungkasnya. (ron)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here