Pandemi Corona, TNGR Tutup Tujuh Objek Wisata ini

Air Terjun Jeruk Manis, salah satu objek wisata milik TNGR yang ditutup. (Suara NTB/rus)

Taman Nasional Gunung Rinjani (TNGR) ikut terdampak kebijakan pemerintah dalam penanggulangan virus Corona. Ada tujuh titik objek wisata yang terpaksa ditutup menyusul kekhawatiran terjangkit virus Corona yang ditetapkan sebagai pandemi atau wabah dunia. Terhitung sejak 16 Maret 2020 hingga tanggal 29 Maret 2020 mendatang.

Titik objek wisata dimaksud tersebar di Pulau Lombok yang selama ini jadi pusat kunjungan wisatawan domestik maupun mancanegara. Seperti air terjun dan spot wisata alam lainnya.
Seperti di Otak Kokoq Joben, Desa Pesanggrahan, Kecamatan Montong Gading, Lombok Timur. Air Terjun Jeruk Manis, Desa Kembang Kuning, Kecamatan Sikur, juga di Lombok Timur. Kemudian Gunung Kukus, Desa Jurit Baru Kecamatan Pringgasela, Lombok Timur. Kemudian Taman wisata Propok Desa Sapit Kecamatan Suela Lombok Timur.
Sementara di kaki Gunung Rinjani, seperti air terjun Mangku Sakti Desa Sajang Kecamatan Sembalun, Lombok Timur.

Iklan

Spot ketujuh adalah jalur pendakian Rinjani. Jalur ini memang sebelumnya sudah ditutup sejak tanggal 27 Desember 2019. Dalam keputusan yang sama, pendakian tersebut juga ditutup untuk jalur Senaru, jalur Sembalun, jalur Timbanuh dan jalur Aik Berik. Jalur ini tetap ditutup sesuai dengan surat nomor PG.031/T.39/TU/KSA/03/2020.

“Untuk sementara, objek objek wisata itu ditutup mulai tanggal 16 Maret 2020 sampai dengan 14 hari kedepan,” ujar Kepala TNGR, Dedy Asriady, Rabu, 16 Maret 2020.

Dia jelaskan, dasar penutupan itu setelah memperhatikan luasnya penyebaran Covid -19 yang disampaikan Presiden RI Joko Widodo sebelumnya, kemudian ditindaklanjuti dengan edaran Menteri Lingkungan Hidup tanggal 15 Maret 2020 tentang pencegahan virus Corona. Surat juga dikeluarkan Dirjen Konservasi Sumber Daya Alam dan Ekosistem. Kemudian di daerah, ada surat Edaran Gubernur NTB Nomor 180/112/KUM tahun 2020. Surat lainnya dari Bupati Lombok Timur nomor 450/103/KBPDN/2020.

Sebelumnya seluruh objek wisata selain jalur pendakian ke Rinjani tidak ada masalah. Tetap beroperasi seperti biasanya. Namun keluar edaran pemerintah soal sekolah yang diliburkan, larangan berkumpul dan mendatangi objek wisata, jadi dasar tindak lanjut penutupan objek wisata tersebut.

Sempat ada keinginan TNGR untuk membuka jalur pendakian Gunung Rinjani tanggal 1 April mendatang, namun menurut Dedy akan melihat situasi. “Kita lihat perkembangannya nanti,” jelasnya. (ars)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here