PAN Usulkan Caleg Peraih Suara Ketiga Jadi PAW Anggota DPRD NTB

Mahdi Muhammad (Suara NTB/dok)

Mataram (Suara NTB) – DPW PAN NTB melalui fraksinya telah mengirimkan surat tentang usulan Pengganti Antar Waktu (PAW) dari angggota DPRD Provinsi NTB, Ady Mahyudi yang telah mengundurkan diri. Adapun pengganti yang diusulkan yakni Muhammad Sukri.

Sekretaris DPRD NTB, Mahdi Muhammad yang dikonfirmasi perihal surat masuk soal usulan PAW dari fraksi PAN tersebut, dibenarkannya. “Suratnya sudah masuk dari dua hari yang lalu, dan langsung kita tindak lanjuti,” ujar Mahdi, Senin, 3 Mei 2021. Pihaknya telah memproses usulan PAW fraksi PAN tersebut dengan meminta KPU untuk melakukan verifikasi perolehan suara. Sebab berdasarkan aturannya, yang berhak menjadi pengganti adalah caleg peraih suara kedua di bawah Ady Mahyudi.

Iklan

Diketahui berdasarkan urutan prolehan suara pada pileg 2019 lalu untuk DPRD NTB dapil VI (Bima, Dompu, Kota Bima), caleg peraih suara terbanyak kedua ditempati oleh Ika Rizki Veriyani alias Chika. Akan tetapi dalam surat masuk usulan PAW fraksi PAN tersebut justru bukan Chika yang diusulkan, melainkan Muhammad Sukri caleg peraih suara ketiga.

“Sukri yang masuk bukan Chika, itu yang ada dalam suratnya. Penjelasan dalam surat masuknya itu, menurut partainya Chika tidak diusulkan karena sudah pindah partai, itu katanya,” ungkap Mahdi.

Meskipun demikian, Mahdi mengatakan pihaknya tidak masuk sampai area tersebut, siapa yang berhak untuk menjadi anggota DPRD PAW. Karena hal itu menjadi kewenangan partai politik untuk mengusulkan siapapun dari kadernya yang dinilai memenuhi syarat.

“Tapi kita lagi klarifikasi ke KPU, kalau memenuhi syarat, KPU menyatakan bahwa Sukri itu yang berhak, ya kita lanjutkan prosesnya, kita kirim ke Kemendagri untuk dilantik. Kalau tidak memenuhi syarat kita kembalikan ke partai,” jelasnya.  Sebelumnya Chika sendiri telah membantah bahwa dirinya telah ke luar dari PAN dan pindah ke partai lain, yakni PPP. Chika diduga pindah partai ke PPP pada saat pencalonan sebagai Wakil Bupati Kabupaten Dompu tahun 2020 lalu.

“Saya menyatakan diri bukan sebagai kader PPP, tidak pernah ada KTA PPP. Kemarin juga sudah ada surat pernyataan dari PPP yang menyatakan bahwa saya bukan kader PPP dan suratnya sudah kami berikan ke PAN,” jelasnya. Chika pun tetap merasa bahwa dialah yang berhak untuk menjadi anggota DPRD NTB hasil PAW. Karena dari urutan prolehan suara dia menempati urutan kedua.

“Kalau mengikuti aturan, sesuai aturannya (PAW) itu adalah hak saya. Saya memperoleh suara sekitar 7.600 suara di bawah pak Ady Mahyudi. Jadi itu adalah hak saya, dan saya tidak mengambil hak orang lain. Apa yang menjadi hak kita, kita akan perjuangkan,” katanya. Sementara itu Ketua DPW PAN NTB, H. Muazzim Akbar yang dikonfirmasi terkait dengan surat masuk usulan PAW tersebut, belum memberikan jawaban sampai berita ini diturunkan. (ndi)

Advertisement ucapan idul fitri ucapan idul fitri ucapan idul fitri Jasa Pembuatan Website Profesional