PAN Siapkan Muazzim Maju Pilgub NTB 2018

Mataram (suarantb.com) – Partai Amanat Nasional (PAN) NTB menyatakan telah menyiapkan kader internal untuk maju pada Pemilihan Gubernur (Pilgub) 2018 mendatang. Kader internal yang disiapkan adalah Ketua DPW PAN NTB, H. Muazzim Akbar, S.IP.

Hal tersebut dikatakan Ketua Fraksi PAN DPRD NTB, Drs. H. Ali Achmad, SH. Ia menjelaskan  keterlibatan PAN dalam mengusung calon gubernur atau calon wakil gubernur  pada pesta demokrasi lima tahunan itu  bukan tanpa alasan. Pasalnya beberapa pimpinan DPRD kabupaten/kota di NTB berasal dari PAN.

Iklan

“Jangan salah di Sumbawa itu PAN menang, beberapa Ketua DPRD  dari PAN. DPRD Bima PAN, Kota Bima dari PAN, Kabupaten Dompu PAN, Sumbawa Barat PAN, Sumbawa (meski bukan ketua) PAN punya  lima kursi,” kata Ali di Mataram, Selasa, 1 November 2016.

Ia menyebutkan yang  akan didorong  maju pada Pilgub nanti adalah Ketua  DPW PAN NTB,  H. Muazim Akbar. Menurut Ali, Muazzim berpeluang besar untuk maju pada Pilgub nanti, ketika mendasarkan pertimbangan pada kenyataan beberapa pimpinan DPRD di daerah merupakan kader PAN.

“Di Pulau Sumbawa itu menang PAN. Jangan salah,” ujar Politisi asal Bima ini.

Ali juga tidak mempermasalahkan apakah  kader PAN nantinya ditempatkan pada posisi Cagub atau Cawagub. Menurutnya hal tersebut bukanlah persoalan melihat kekuatan PAN secara regional NTB.

“Ya nggak apa-apa Cawagub aja si Muazzim itu. Kita kan melihat juga kapasitas kita. Kalau di Sumbawa menang kita,” katanya.

Mengenai  kemungkinan bukan Muazzim yang diusung pada Pilgub nanti melainkan dirinya? Ia menyatakan hal tersebut belum menjadi fokus utamanya.Saat ini dirinya masih menikmati tanggung jawab menjadi wakil rakyat di DPRD NTB.

“Belum dululah, saya masih senang jadi legislatif. Lebih bebas dalam menyuarakan keinginan masyarakat tanpa tuntutan loyalitas seperti birokrasi,” kata Ali.

Mengenai parpol yang akan diajak berkoalisi, Ali mengatakan belum berbicara lebih jauh. Ia hanya mengatakan bahwa PAN sangat terbuka membuka komunikasi politik dengan partai manapun. Hal tersebut salah satunya tidak terlepas oleh jumlah kursi PAN yang tidak memenuhi kuota untuk mengusung calon sendiri tanpa koalisi.

“Ya kita lihat nanti. Mau ke depan, belakang, atas, bawah, bisa aja asalkan ketemu nanti,” pungkasnya. (ast)