PAN NTB Bakal Bersikap Tegas Terhadap Kadernya yang Berbuat Asusila

H. Muazzim Akbar

Mataram (Suara NTB) – Ketua DPW Partai Amanat Nasional (PAN) Provinsi NTB, H. Muazzim Akbar mengaku cukup terkejut mendengar informasi salah satu kadernya berinisial AA terjerat dengan kasus asusila. Yakni pelecehan seksual terhadap anak kandung sendiri.

Namun demikian, pihaknya belum bisa memberikan sikap lebih jauh terkait hal itu. Sebab informasi tersebut baru ia dengar dari media massa. Untuk memastikan informasi yang diterimanya, Muazzim menginstruksikan kepada jajaran pengurus PAN NTB untuk menelusuri kebenarannya.

Iklan

“Saya masih di Jakarta sekarang ini, saya belum tahu informasinya. Tetapi coba nanti saya perintahkan fraksi untuk turun mengecek kebenarannya,” ujar Muazzim kepada Suara NTB, Rabu, 20 Januari 2021 via sambungan telepon.

Ditegaskan Muazzim, jika demikian sangkaan terhadap kadernya itu, kasus tersebut menurutnya cukup pribadi sehingga dirinya tidak bisa memberikan pernyataan lebih jauh terkait itu. Namun demikian karena yang bersangkutan terduga merupakan salah satu kader senior PAN NTB, pihaknya pun tidak bisa diam menutup mata begitu saja.

“Tentu partai akan mengambil sikap tegas jika kasus ini benar terjadi seperti yang diberitakan. Tapi kan sekarang ini kita belum tahu kebenarannya, sehingga kita belum bisa mengambil sikap apa-apa. Kita tunggu saja proses penanganannya, jika sudah ditangani (aparat),” ujarnya.

AA sendiri diketahui merupakan kader PAN NTB yang pernah menjabat sebagai anggota DPRD Provinsi NTB cukup lama yakni selama empat periode. Bahkan pada periode terakhirnya 2014-2019 dia menduduki posisi sebagai pimpinan Komisi di Udayana. Pada pemilu 2019 dia gagal kembali ke DPRD NTB.

Di tempat terpisah, Kasat Reskrim Polresta Mataram Kompol Kadek Adi Budi Astawa mengatakan telah mengamankan pria berusia 65 tahun itu berdasarkan adanya laporan korban. “Karena korbannya ini adalah anak kandungnya sendiri, jadi yang bersangkutan kami amankan untuk mencegah terjadinya hal-hal yang dapat merugikan banyak pihak,” kata Kadek Adi.

Lebih lanjut, pihak kepolisian kini dikatakan Kadek Adi masih melakukan perampungan alat bukti yang menguatkan dugaan laporan perbuatan asusila tersebut. Penanganannya di bawah Unit Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA) Satuan Reserse Kriminal (Satreskrim) Polresta Mataram.

“Kalau sudah alat buktinya sudah rampung, kita akan gelar perkara, baru tentukan sangkaan pasal pidananya seperti apa,” ujarnya. Korban yang merupakan anak kandung terlapor dari istri keduanya ini adalah seorang perempuan yang masih duduk di bangku sekolah menengah atas. Dia melaporkan ayah kandungnya ke Mapolresta Mataram karena perbuatan tidak senonoh yang dialaminya pada 18 Januari 2021. (ndi)

Advertisementfiling laporan pajak Jasa Pembuatan Website Profesional