PAN Kabupaten Bima akan Somasi Direktur PDAM

Ady Mahyudi. (Suara NTB/ist)

Bima (Suara NTB) – DPD PAN Kabupaten Bima mengambil sikap serius setelah seorang kadernya Rafidin S.Sos, yang juga anggota DPRD Kabupaten Bima dilaporkan Direktur Utama (Dirut) PDAM Bima, H. Haeruddin ke Badan Kehormatan (BK) Dewan.

“Soal Dirut PDAM Bima yang mengadukan anggota Dewan Fraksi PAN, Rafidin ke BK Dewan akan kita sikapi serius secara kelembagaan,” kata Ketua DPD PAN Kabupaten Bima, Ady Mahyudi, Selasa, 14 September 2021.

Iklan

Ady mengatakan sikap serius yang diambil pihaknya dengan mengeluarkan somasi kepada Dirut PDAM Bima serta surat meminta Bupati Bima agar mencopot H. Haeruddin sebagai Dirut PDAM Bima. “Dua surat ini akan kita layangkan segera. Ini sikap PAN untuk membela dan menjaga marwah kader Partai,” katanya.

Sebagai pimpinan Partai, Ady mengaku merasa tidak nyaman karena dengan ulah H. Haeruddin tersebut. Pasalnya selain mengadukan ke BK Dewan, surat Dirut PDAM itu juga ditembuskan ke DPD, DPW hingga DPP PAN di Jakarta. “Kami menuding Haeruddin berupaya merusak marwah dan elektabilitas PAN yang saat ini terus melejit. Sengaja mengadu domba serta merusak keharmonisan dan kemitraan Eksekutif dan Legislatif yang sudah terjalin baik selama ini,” katanya.

Disamping itu, Ia juga mempertanyakan kapasitas Haeruddin dengan mengadukan anggota DPRD Rafidin ke BK. Pasalnya, Ady menilai Rafidin sudah bekerja sesuai kapasitasnya sebagai Anggota DPRD. “Kader kami berbicara sesuai kapasitasnya sebagai anggota dewan. Seperti meluruskan kekeliruan Pemerintah,” katanya.

Ady menegaskan jika surat somasi yang dilayangkan nantinya tidak diindahkan atau Haeruddin meminta maaf secara terbuka, PAN akan menempuh jalur hukum dengan melaporkan Haeruddin ke aparat penegak hukum. “Jika tidak diindahkan, kami akan menempuh langkah hukum, baik secara pidana dan perdata. Karena surat Dirut PDAM ini sudah melecehkan marwah dan kader PAN,” katanya.

Kemudian apabila surat yang dilayangkan ke Bupati Bima juga tindaklanjuti, tentu sangat disayangkan. Karena Peraturan Pemerintah Nomor 54 Tahun 2017 tentang BUMD, Haeruddin sudah tidak lagi bisa menjabat Dirut PDAM. “Usia Dirut yang memimpin BUMD paling rendah 35 tahun dan paling tinggi 55 tahun. Namun usia Haeruddin sekarang sudah 60 tahun,” pungkasnya.

Seperti diketahui Dirut PDAM Bima, H. Haeruddin ST MT, melaporkan anggota DPRD Kabupaten Bima, Rafidin S.Sos ke Badan Kehormatan (BK) Dewan. Berdasarkan surat laporan dengan nomor : 113/PDAM-BM/VIII/2021, Haeruddin mengadukan Rafidin ke BK Dewan karena beberapa yang berkaitan dengan masalah dan dinamika PDAM Bima.

Rafidin dinilai membuat kegaduhan yang mengakibatkan pembahasan penyertaan modal BUMD termasuk diantaranya PDAM, yang diajukan Pemerintah Kabupaten Bima sejak awal tahun 2020 hingga saat ini belum dibahas DPRD.

Selain itu Rafidin juga dianggap melanggar etika dan marwah lembaga DPRD terkait sejumlah pernyataannya melalui media massa. Bahkan Duta PAN itu dituding memanfaatkan fungsi pengawasannya di DPRD untuk mencari kesalahan dan kelemahan Pemerintah (Bupati.red) secara mengada-ada atau dibuat-buat. (uki)

AdvertisementJasa Pembuatan Website Profesional