Pakai Baju Palu Arit, WN Malaysia Ini Diamankan Petugas

Mataram (Suara NTB) – Seorang warga negara Malaysia, Mohd Tarmizi (50) terpaksa berurusan dengan polisi. Ia diamankan ke Mapolres Mataram karena diduga menggunakan kaos bergambar palu arit.

“Kita amankan untuk dilakukan pemeriksaan atas dugaan mennggunakan atribut yang dilarang di Indonesia,” ungkap Kapolres Mataram, AKBP Muhammad dikonfirmasi di ruang kerjanya, Rabu, 12 April 2017.

Iklan

Kasus itu terungkap pada hari itu sekitar pukul 09.45 Wita. MT yang menginap di Hotel Golden Tulip dipergoki karyawan hotel saat sedang sarapan.

Sang karyawan pun bergegas melapor ke Polisi Militer (POM) TNI AU Rembiga. Tentara datang bersama kepolisian. Kamar nomor 929 yang ditinggali Tarmizi juga digeledah. Tetapi tidak ditemukan barang lain bergambar palu arit.

Tarmizi yang datang pada Senin (10/4) lalu kemudian digelandang ke Polsek Mataram. Untuk pemeriksaan intensif, Tarmizi dilimpahkan ke Polres Mataram.

Dari hasil interogasi Satintelkam, kata Muhammad, pria itu mengaku membeli kaos hitam berlogo palu arit warna kuning ketika berkunjung ke Rusia. Kaos itu pun dibawanya ke Indonesia dalam rangka mengunjungi warga Lombok yang bekerja di perkebunan sawit.

“Dia kesini mengakunya menjenguk karyawannya asal Lombok yang bekerja di perusahaannya di Malaysia,” beber Kapolres.

Soal atribut palu arit itu, Tarmizi juga berkilah tidak mengetahui perihal larangan penggunaannya di Indonesia. “Sejauh ini keterangan dia, dia tidak tahu kalau atribut itu dilarang karena keterkaitan dengan gerakan komunis,” jelasnya.

Ia menambahkan, barang bukti kaos sudah disita dari pria Malaysia yang bekerja di Koperasi Pekebun-pekebun Kecil Malaysia itu. Sementara pria kelahiran Johor itu dibebaskan untuk kembali pulang ke Malaysia sesuai jadwal, 16 April mendatang.

“Baju sudah disita. Dia kita beri pembinaan. Tidak ada tindak pidana kita temukan. Unsur kesengajaan juga tidak ada. Dia tidak mengetahui. Saksi teman kamarnya juga sama keterangannya,” papar Muhammad.

Pihaknya juga berkoordinasi dengan Imigrasi Mataram soal maksud dan tujuan kedatangan ke Lombok. “Dia datang menjenguk. Kita masih dalami sejauh ini tidak ada indikasi dia datang untuk merekrut (TKI),” tutup Kapolres. (why)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here