Pakai Baju Palu Arit, Pegawai Honorer Diinterogasi TNI

Taliwang (Suara NTB) – Mar, seorang pegawai honorer di salah satu SKPD di lingkup pemerintah Kabupaten Sumbawa Barat (KSB), diinterogasi aparat Tentara Nasional Indonesia (TNI) setelah kedapatan mengenakan baju bergambar lambang partai komunis.

Mar mengenakan pakaian bergambar palu arit itu dalam kegiatan olahraga rutin mingguan seluruh pegawai di lingkup KTC, Jumat, 9 September 2016. Baju kaos berwarna merah terang yang dikenakannya itu sontak menjadi perhatian pegawai lainnya. Pasalnya sesuai aturan sebagai partai terlarang, tidak saja pahamnya segala hal yang berkaitan dengan partai komunis itu tidak boleh disandang oleh seseorang atau masyarakat di negeri ini.

Iklan

“Jadi awal ketahuannya memang karena rekan-rekannya mengingatkan bahwa kaos (baju) yang dikenakan itu berisi konten terlarang,” jelas Kasi Penanaman Nilai Nilai Kebangsaan (PNNK) Kantor Kesatuan Bangsa dan Politik Dalam Negeri (Kesbangpoldagri) KSB, Miswar kepada media ini.

Oleh rekan-rekannya, Mar kemudian disarankan untuk segera kembali ke rumahnya untuk mengganti pakaiannya. Namun sayang, informasi seputar dirinya menggunakan embel-embel pakaian partai terlarang itu sudah diinformasikan ke aparat TNI. Alhasil saat berada di rumahnya, wanita warga desa Tepas kecamatan Brang Ene ini pun dijemput oleh aparat TNI dalam hal ini pihak Koramil Taliwang untuk diinterogasi.

Komandan Koramil Taliwang, Kapten CBA Agus, SH yang dikonfirmasi membenarkan adanya kejadian tersebut. Termasuk pihaknya yang melakukan pengamanan terhadap bersangkutan. “Benar ada. Kita tindaklanjuti dengan mengamankan bersangkutan setelah menerima laporan,” katanya.

Kendati membenarkan, Agus tidak memberikan penjelasan rinci mengenai alasan dan serta latar belakang Mar mengenakan pakaian tersebut. Sebab pihaknya hanya melakukan pengamanan dan selanjutnya proses interogasi sepenuhnya akan di lakukan di markas Kodim 1067/Sumbawa. “Kami sudah bawa bersangkutan ke Kodim. Jadi untuk penjelasan lebih lanjut nanti oleh komando di Kodim yang akan menyampaikannya,” paparnya.

Dari penelusuran media ini, Mar memperoleh baju berlengan pendek itu dari seorang temannya warga desa Kalimantong kecamatan Brang Ene bernama Boy.

Boy sendiri memberikan kepada Mar sebagai buah tangan setelah dirinya pergi pelesiran ke Vietnam. Tidak saja sepasang baju, Boy menghadiahi Mar dua pasang baju. Di mana satu baju lainnya bergambar bintang besar yang identik dengan gambar bintang pada bendera kebangsaan Vietnam yang memang dikenal negara ini menganut paham komunisme.

Sementara itu, kepergian Boy ke Vietnam ini konon kabarnya dibiayai oleh sang majikan ibundanya yang bekerja sebagai TKW di Timur Tengah. Sang majikan memberikan bonus kepada ibunda Boy untuk berlibur ke Vietnam, hanya saja karena tidak memiliki kesempatan, hingga akhirnya Boy-lah yang memanfaatkan kesempatan tersebut.

Tidak Mengetahui

Ditemui wartawan di Kodim 1607 Sumbawa, MK mengakui tidak mengetahui adanya lambang tersebut di baju kaos yang digunakan. Bahkan tidak mengetahui maksud dari lambang tersebut. Baju yang digunakan merupakan hadiah dari temannya yang juga warga setempat, yang diberikan sekitar Juli 2016 lalu. Dimana pada saat itu, temannya baru pulang liburan dari Vietnam.

“Saya tidak melihat adanya lambang itu. Karena setelah diberikan, langsung disimpan di lemari. Saya baru gunakan baju ini tadi, dan mengetahuinya setelah diberitahukan saat mengikuti senam bersama,” ujarnya.

Sementara Dandim 1607 Sumbawa, Letkol ARM Sumanto, S.Sos yang dikonfirmasi membenarkan adanya diamankan seseorang yang menggunakan kaos berlogo palu arit. Saat ini yang bersangkutan tengah dimintai keterangan. Proses lanjutnya, diakuinya akan dikoordinasikan dengan pihak kepolisian. “Nanti akan kami koordinasikan dengan Polres KSB untuk penanganan lebih lanjut,” tukasnya. (bug/ind)