Pajak Hotel Restoran, Tunggakan Sisa Rp865 Juta

Kepala Kejari Mataram Yusuf menunjukkan surat setoran pajak daerah pajak hotel dan restoran.(Suara NTB/why)

Mataram (Suara NTB) – Tunggakan pajak hotel dan restoran di Kota Mataram sebesar Rp2,3 miliar perlahan-lahan mulai tertagih. Penagihan melalui surat kuasa khusus (SKK) Kejari Mataram itu kini sudah sampai Rp1,5 miliar. Masih ada tunggakan Rp865 juta lagi yang harus diselesaikan.

Kepala Kejari Mataram Yusuf mengatakan cicilan pembayaran disetor lagi pada akhir Januari lalu. “Yang Grand Legi, ada masuk lagi pembayaran Rp454,423 juta,” urainya ditemui akhir pekan lalu di ruang kerjanya, didampingi Kasi Datun I Putu Agus Ary Artha.

Iklan

Cicilan tunggakan disetor ke rekening Pemkot Mataram melalui BPKAD. Total pembayaran tunggakan pajak pembangunan atau PB1 itu kini menjadi Rp1,561 miliar. Total tunggakan yang diberikan SKK kepada Kejari sebesar Rp2,3 miliar.

“Jadi sudah bayar Rp1,5 miliar masih ada tunggakan Rp865 sisanya,” sebut Yusuf.

Pola penagihannya, imbuh dia, dengan cara persuasif. Pertimbangannya, menjaga iklim usaha tetap sehat. Berbanding lurus dengan memulihkan pendapatan daerah. “Sehingga pihak hotel tetap bisa kembangkan usahanya agar bisa membayar tunggakan,” ujarnya. Penagihan sejak tahun 2016 itu memang belum seluruhnya terbayar.

Namun, upaya penagihan terus dilakukan. Tahun 2018 lalu memang sempat tersendat karena bencana alam gempa bumi. Penunggak pajak pun diberi keringanan dalam hal pembayaran cicil. “Kalau bayar sekaligus, nanti hotel jadi korban. Jadi tidak ada limit batas waktu. Sepanjang perusahaan itu dalam kondisi sehat masih ada waktu untuk melunasi,” tandas Yusuf. (why)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here