Pagu DAK Fisik Rp393,37 Miliar, Pemprov Baru Realisasikan Rp51,13 Miliar

Sadimin (Suara NTB/nas)

Mataram (Suara NTB) – Realisasi penyaluran Dana Alokasi Khusus (DAK) Fisik untuk Pemprov NTB hingga awal Juli 2021 masih minim. Dari pagu sebesar Rp393,37 miliar, Pemprov baru merealisasikan sebesar Rp51,13 miliar atau 12,99 persen.

Salah satu penyebab rendahnya realisasi penyaluran DAK Fisik akibat proyek yang belum dikontrak, sebagai persyaratan pencairan dana dari Kementerian Keuangan (Kemenkeu). Pemprov menjelaskan pelaksanaan tender paket proyek DAK Fisik mundur akibat adanya perubahan regulasi.

Iklan

Kepala Subbagian Umum Kantor Pelayanan Perbendaharaan Negara (KPPN) Mataram, Didik Sudarsono, dikonfirmasi Suara NTB, Jumat, 9 Juli 2021 menyebutkan, realisasi penyaluran DAK Fisik Tahap I Pemda Lingkup KPPN Mataram. KPPN Mataram menyalurkan DAK Fisik untuk lima Pemda.

Yaitu, Pemprov NTB, Pemkot Mataram, Pemda Lombok Barat, Pemda Lombok Utara dan Pemda Lombok Tengah. Ia menyebutkan realisasi penyaluran DAK Fisik untuk Pemprov NTB baru sebesar Rp 51,13 miliar atau 12,99 persen, Lombok Barat sebesar Rp 32,73 miliar atau 20,48 persen.

Kemudian, Lombok Tengah sebesar Rp 19,31 miliar atau 8,46 persen,  Lombok Utara sebesar Rp 18,12 miliar atau 15,85 persen  dan Kota Mataram sebesar Rp 27,91 miliar atau 25,19 persen.

Didik mengatakan hingga awal Juli, realisasi DAK Fisik untuk lima Pemda baru sekitar 14,82 persen. Masih terdapat kekurangan realisasi sebesar 10 persen untuk mencapai batas minimal 25 persen dalam penyaluran tahap I.

Pihaknya mengingatkan bahwa batas waktu upload dokumen penyaluran DAK Fisik Tahap I tinggal 10 hari kerja. Sebagaimana diatur dalam Peraturan Menteri Keuangan Nomor PMK-130/PMK.07/2019.

Di mana batas penyaluran DAK Fisik Tahap I adalah tanggal 21 Juli 2021. Baik yang disalurkan secara bertahap maupun yang disalurkan sekaligus di bawah Rp1 miliar. Hasil koordinasi dengan Pemda, mereka berjanji paling lambat tanggal 19 Juli 2021 sudah bisa menyampaikan persyaratan penyalurannya.

Sementara itu, Kepala Biro Pengadaan Barang dan Jasa (PBJ) Setda NTB, H. Sadimin, S.T., M.T., yang dikonfirmasi Suara NTB mengatakan sekarang paket proyek DAK Fisik hampir semua sudah tayang. Ia menjelaskan kendala dalam tender proyek DAK Fisik yang menyebabkan pelaksanaannya mundur.

Sadimin menyebutkan sebelumnya hampir 300 paket proyek DAK Fisik di bawah Dinas Dikbud NTB yang dilakukan konsolidasi. Sebelumnya, paket-paket proyek DAK Fisik yang nilainya kecil-kecil dilakukan dengan swakelola.

Namun, sekarang harus melalui penyedia. Sehingga, proyek DAK Fisik yang jumlahnya hampir 300 paket tersebut sekarang digabung menjadi 46 paket.  ‘’Kemarin hampir 300 paket per kabupaten, karena kecil-kecil. Kita konsolidasi, kita gabung. Makanya kita didampingi LKPP (Lembaga Kebijakan Pengadaan Barang dan Jasa Pemerintah), aturannya boleh,’’ jelas Sadimin.

Sebenarnya, kata Sadimin, ratusan proyek tersebut sudah siap dilelang dengan sistem swakelola komite. Tetapi, tanggal 10 Juni, ada Juklak baru yang keluar yakni Peraturan LKPP No. 12 Tahun 2021.

‘’Sehingga kita mundur lagi mengikuti ketentuan yang baru. Sebanyak 300 paket itu sudah dikonsolidasi menjadi 46 paket. Untuk SMA 15 paket, SMK 11 paket, SLB jadi 10 paket. Sehingga menjadi 46 paket. Kemarin itu swakelola komite semua. Tahun ini mulai melalui penyedia,’’ jelasnya.

Jika tidak ada paket proyek yang gagal tender, Sadimin optimis sebelum 21 Juli, semua proyek DAK Fisik sudah terkontrak. ’’Mudah-mudahan ndak ada yang gagal tender, semua terkontrak,’’ harapnya. (nas)

Advertisement Jasa Pembuatan Website Profesional