PAD Baru Masuk 45 Persen, PHR dan Pajak Hiburan Ditarik Oktober

L. Supriawan (Suara NTB/her)

Giri Menang (Suara NTB) – Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) Lombok Barat (Lobar) memproyeksikan penerimaan daerah akan mengalami kenaikan pada bulan Oktober-November. Hal ini disebabkan ada rencana kebijakan pemerintah daerah mulai melakukan penagihan pajak hotel, restoran (PHR) dan hiburan serta jenis pajak lainnya pada bulan Oktober.

Kabid Pelayanan Bapenda Lobar, L Supriawan memperkirakan para pengelola hotel atau restoran akan mulai tahap pemulihan per 1 Juli. Setelah ada keringanan dari Pemkab yang memperbolehkan kembali beroprasi. Mengacu kebijakan pemerintah pusat yang hanya memberikan keringanan pembayaran hingga Agustus mendatang akibat dampak Covid-19. “Rencananya Oktober kami akan mulai penagihan pajak,”terang Miq Ucup sapaan akrabnya kemarin.

Namun diakui saat ini kondisi kawasan wisata masih sepi, karena tamu dari luar agak sulit masuk ke sini (Lombok), begitu juga sebaliknya. Namun dengan adanya pembenahan dan keringanan dari pusat untuk operasi hotel maupun penerbangan diharapkan bisa cepat pulih. Atas dasar inilah, pihaknya baru bisa melakukan penarikan pajak pada bulan Oktober untuk pembayaran pajak September. “Itupun juga melihat kondisi para tamu yang datang. Karena penegakan pajak itu tergantung tamu yang datang menginap di hotel atau makan di restoran. Karena sesuai kebijakan pusat itu kita berikan keringanan 3 bulan sampai Agustus,”  ujarnya.

Ia tak mempungkiri dengan tiga bulan ditutupnya hotel/restoran selama pandemi itu berdampak kepada Pendapatan Asli Daerah (PAD) sektor pajak. Supriawan memaparkan dari target PAD sektor pajak sebesar Rp 74 miliar, yang baru terealisasi hingga Juni sebesar 45,1 persen. Baik itu pajak Bumi Bangunan (PBB), Hotel restoran maupun hiburan. Diakuinya target itu turun dari sebelumnya akibat dampak covid. “Murninya kita targetkan Rp 139 miliar, terus terjadi pergeseran (pemangkasan) sebesar Rp 74 miliar,” jelasnya.

Meski belum ada kepastian kapan pandemi ini berakhir. Namun ia masih memiliki keyakinan target PAD sektor pajak itu akan tercapai seratus persen di akhir tahun. Pihaknya tengah berupaya memaksimalkan penagihan.“Tapi kalau pajak hotel restoran baru bisa kita lihat progresnya nanti bulan Oktober,” sambungnya.

Tetap saja ia mengatakan itu semua tergantung dari tingkat kunjungan tamu. Apalagi pemberlakukan pembatasan penerbangan yang kini masih diberlakukan, tentu akan mempengaruhi. “Yang jelas pasti ada pengurangan PAD,” pungkasnya. (her)