Pacuan Kuda Batal Digelar, Anggaran Dialihkan untuk Covid-19

Ilustrasi pacuan kuda di Bima. (Suara NTB/ist)

Kota Bima (Suara NTB) – Covid-19 yang mewabah hingga saat ini, berdampak pada kegiatan dan pembangunan daerah, seperti di Kota Bima, banyak program kegiatan yang tak dilaksanakan karena pemangkasan anggaran.

Salah satu kegiatan yang gagal dilaksanakan, yakni pacuan kuda (pacoa jara). Padahal perhelatan tahunan ini sedianya akan digelar dalam waktu dekat.

Iklan

“Pacuan kuda Kota Bima batal dilaksanakan karena anggarannya dipangkas untuk penanganan Covid-19,” kata Plt. Kepala Dinas Pariwisata (Dispar) Kota Bima, Yuliana, Kamis, 11 Juni 2020.

Yuliana mengatakan event pacuan kuda menjadi salahsatu daya tarik wisatawan untuk berkunjung ke Kota Bima. Selain itu, juga dapat meningkatkan pendapatan perekonomian warga. “Event ini banyak memberikan dampak ekonomi bagi warga,” katanya.

Ia mengaku, tidak hanya pacuan kuda yang batal digelar. Namun sejumlah kegiatan lain di Dispar setempat juga tidak dilaksanakan karena pengalihan anggaran untuk penanganan Covid-19.

“Hingga saat ini obyek-obyek wisata di Kota Bima masih ditutup, untuk antisipasi hal-hal yang tidak diinginkan di tengah pandemi Covid-19,” katanya.

Meski demikian, Yuliana menambahkan pihaknya akan mengupayakan agar anggaran pelaksanaan pacuan kuda diakomodir dalam APBD perubahan 2020.

“Kita lihat kondisi anggarannya nanti. Jika memungkinkan kita akan laksanakan, karena banyaknya permintaan masyarakat agar pacuan kuda tetap digelar,” pungkasnya. (uki)

  Danang-Tio Gagal Raih Perunggu

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here