Pabrik Pengolahan Porang akan Dibangun di Lobar

Petani menunjukkan tanaman porang yang dibudiyakannya di Sekotong, Rabu, 6 Oktober 2021.(Suara NTB/ist)

Giri Menang (Suara NTB) – Pabrik pengolahan porang akan dibangun di Lombok Barat (Lobar).  Pemkab telah menyiapkan lokasi di daerah Lembar, karena peruntukan kawasan itu sesuai dengan RTRW bisa untuk pabrik. Langkah-langkah persiapan pun tengah dilakukan Pemkab melalui Dinas Pertanian dengan memaksimalkan potensi luas lahan budidaya seluas 879 hektar tersebar di sejumlah daerah di Lobar.

Asisten II Setda Lobar, Rusditah usai mendampingi Bupati H. Fauzan Khalid rapat di kantor Distan mengatakan rencana besar pabrik ini sudah dan tengah dipersiapkan. Pemkab melakukan peningkatan pembinaan dan intervensi kepada petani. “Untuk pabrik Porang ini, sudah mulai melakukan kunjungan untuk rencana investasi. Dan pak bupati tadi dalam arahannya, sudah jelas menyampaikan 99 akan dibangun di Lobar. Kecamatan Lembar menjadi lokasi yang menurut RTRW masuk disitu,”jelas Rusditah, Rabu, 6 Oktober 2021.

Iklan

Menurutnya, potensi Porang maupun komoditas yang lain seperti kopi dan madu trigona besar di Lobar. Seperti di kawasan Lingsar, kopi di dalam kawasan kebun saja mencapai puluhan hektar. Belum lagi di kebun itu bisa dibudidayakan Porang dan trigona. Sehingga di satu tempat bisa dikembangkan tiga komoditas ini.

Penekanannya ke OPD, bagaimana keberadaan dari hasil produksi. Kalau sudah hasil produksi dihitung, maka harus jelas betapa produksi, betapa kesiapan untuk kebutuhan dikirim dan bahan baku pabrik.

Sementara itu kadis Pertanian Lobar,  H. Muhur Zokhri mengatakan untuk tanaman Porang terdapat luas areal 879 hektar namun luas panen seluas 249 hektar lebih dengan jumlah produksi 2.492 ton. Di mana produktivitasnya mencapai 10 ton per hektar, dengan jumlah petani ratusan hingga ribuan orang.

Diyakini dengan luas potensi yang dimiliki, kemudian ada mitra untuk membangun pabrik Porang maka pihaknya akan mengukur kapasitas. “Kalau melihat potensi kita di Lobar saya kira cukup untuk penuhi kebutuhan pabrik ini,” ujarnya.

Terkait Porang ini, bupati sudah bertemu menteri. Di mana arahannya adalah konsep pengembangan berbasis kawasan supaya dampak ekonomi terlihat. Bahkan menteri mengarahkan pabrik tidak saja menjadi barang setengah jadi, namun menjadi beras maupun bentuk lainnya. Pihaknya pun sudah mulai melakukan pembinaan di bagian hulu, bagaimana budidaya. Pihaknya nantinya akan bersinergi dengan OPD lain dalam hal pascapanen dan pemasaran.

Sejauh ini, sentuhan yang dilakukan memang belum maksimal. Namun tahun depan pihaknya akan mengupayakan untuk bantuan intervensi bagi petani Porang. Selain, itu ada juga komoditas hortikultura dan buah-buahan yang terus dikembangkan. (her)

AdvertisementJasa Pembuatan Website Profesional