Pabrik Pengolahan Beras Senilai Rp77 Miliar di Sumbawa Dikebut

Investasi MRMP Bulog tengah dalam proses perampungan fisik. Targetnya awal tahun 2022 sudah beroperasi.(Suara NTB/ist)

Mataram (Suara NTB) – Perum Bulog berinvestasi besar-besaran di Provinsi NTB sebagai provinsi lumbung pangan nasional. salah investasi tersebut yaitu, Modern Rice Milling Plant (MRMP) senilai Rp77 miliar.

Pembangunan infrastruktur pasca panen Modern Rice Milling Plant (MRMP) Perum BULOG di Desa Lape, Kecamatan Lape, Kabupaten Sumbawa, merupakan salah satu program strategis nasional yang bertujuan untuk meningkatkan kapasitas usaha Perum BULOG dalam rangka pembangunan produksi dan tempat penyimpanan, guna meningkatkan kemampuan pengelolaan gabah/beras.

Iklan

MRMP ini adalah salah satu investasi terbesar Bulog yang ada di Indonesia. boleh dibilang, hanya BUMN yang punya pabrik pengolahan beras tercanggih dan termodern ini. dan pembangunannya di Sumbawa Provinsi NTB.

Pimpinan Wilayah (Pimwil) Perum Bulog NTB, Abdul Muis menyampaikan profil investasi Bulog ini. Bangunan seluas 1,7  hektar. Terdiri dari 4 unit dryer dengan kapasitas masing-masing 30 ton/jam. 1 unit Rice Milling dengan kapasitas 6 ton/jam. dan 3 unit SILO dengan kapasitas masing-masing 2.000 ton dengan total anggaran. Investasi sebesar Rp77 miliar berasal dari PMN Perum BULOG tahun 2016.

“Saat ini progress fisik sudah sebesar 51 persen,” kata Muis.

Masih rendahnya progress tersebut, karena belum dilakukan penginstallan mesin disebabkan material on site di bulan November ini. Untuk mesin RMU material on site sudah 100%, dryer 80% dan untuk SILO estimasi on site di pertengahan bulan Desember 2021.

Dengan keberadaan MRMP ini akan semakin memperkuat eksistensi keberpihakan BULOG terhadap petani karena BULOG bisa langsung membeli gabah (GKP, Gabah Kering Panen) dari petani, tentunya hal ini dapat ikut berperan dalam stabilisasi harga di tingkat produsen/petani. Dan sebagai output nya adalah beras berkualitas baik dengan harga terjangkau.

Tambah Muis, nantinya di pabrik ini akan diolah gabah dan beras apapun jenisnya. Pun berapapun kadar airnya. Gabah basah, kering, beras asalan, akan dioleh oleh mesin-mesin tercanggih. Dan menghasilkan beras dalam bentuk kemasan sesuai yang diminta pasar.

“bahkan beras kemasannya bisa di ekspor langsung. Rencananya, Maret 2022 sudah beroperasi. Mesin-mesinnya baru datang. Tinggal dipasang,” demikian Muis. (bul)

Advertisement Jasa Pembuatan Website Profesional