Pabrik Ikan Segera Beroperasi di Teluk Santong

Mataram (Suara NTB) – PT Bali Sea Food International (BSI) yang bergerak di bidang pengolahan perikanan laut akan segera beroperasi. Perusahaan luar negeri ini akan mendukung ekspor komoditas hasil perikanan tangkap dari NTB.

Perusahaan ini ikut meramaikan investasi di NTB. Menurut Kepala Dinas Penanaman Modal, Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPM-PTSP) Provinsi NTB, Drs. H. L. Gita Ariyadi, M. Si, konstruksi bangunan pabrik hampir rampung. Tinggal menunggu pemasangan jaringan listrik.

Iklan

PT BSI yang masuk kategori penanaman modal asing (PMA) mengeluarkan dana investasi mencapai Rp 50 miliar untuk membangun pabrik pengolahan perikanan laut. Akan beroperasi di kawasan Teluk Santong, Kecamatan Plampang, Kabupaten Sumbawa.

Gita yang ditemui di Mataram, Jumat, 19 Mei 2017 menjelaskan, selain menunggu rampungnya proses pembangunan jaringan listrik, perusahaan tersebut juga menunggu kedatangan mesin pengolah yang dibeli dari Jerman. Rencananya pabrik mulai beroperasi tahun ini, mengingat mesin-mesin pabrik telah dikapalkan.

Perusahaan, lanjut L. Gita, akan mengekspor ikan laut jenis tertentu. Yang akan dikirim langsung ke Amerika Serikat. Pabrik ini kemungkinan akan memasok bahan baku  dari nelayan lokal yang menjadi mitranya.

Pabrik ini juga rencananya akan menggunakan teknologi khusus dalam melakukan pengolahan ikan yang akan diekspor. Teknologi dimaksud bahkan sudah diterapkan di Afrika.

“Untuk di Indonesia, NTB dijadikan sebagai daerah uji coba sekaligus tempat investasi,” kata kepala dinas.

Berapa kebutuhan tenaga kerja yang akan diserap? Mantan Asisten II Setda NTB ini memperkirakan jumlahnya mencapai 70 orang. Rencananya, seluruh tenaga kerja yang akan digunakan berasal dari warga lokal.

Sebelum mempekerjakan, PT BSI akan melatih calon tenaga kerjanya di Surabaya, Jawa Timur. Tujuannya agar mereka memahami tugas yang akan dikerjakan dan memperoleh keahlian khusus untuk menunjang pekerjaannya.

“Ini menjadi kabar baik bagi kita, karena investasi makin banyak dan menjadi peluang lebih besar kepada tenaga kerja kita,” demikian L. Gita. (bul)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here