Pabrik Gula di Dompu Kekurangan Naker

Masnil

Dompu (Suara NTB) – Rencana PT SMS melakukan uji coba pabrik gula di Doropeti Kecamatan Pekat akhir Juli 2016 terancam gagal. Hingga menjelang masa uji coba, pihak perusahaan masih kekurangan tenaga kerja (naker) untuk menebang tebu di ladang.

Humas PT SMS, Masnil kepada Suara NTB, Sabtu (23/7/2016), mengakui akan melakukan uji coba pabrik gula akhir Juli 2016. Uji coba akan dilakukan di internal untuk memastikan semua peralatan mulai dari proses penggilingan tebu hingga menjadi gula dan dilakukan proses pengepakan berjalan baik. Uji coba sebelumnya sudah dilakukan beberapa kali, tapi hanya dilakukan secara parsial. “Besok ini kita akan lakukan uji coba secara keseluruhan, tapi hanya untuk internal,” katanya.

Rencana menghadirkan Presiden RI Joko Widodo dalam pengeporasian pabrik gula, dikatakan Masnil, akan dikoordinasikan dengan Bupati. Namun untuk itu belum dikoordinasikan, karena masih memastikan semua komponen pabrik berjalan baik. “Kalau soal (kehadiran Presiden), itu tergantung Bupati. Tapi untuk uji coba Juli ini belum ada pembicaraan,” ungkapnya.

Diakui Masnil, hingga saat ini pihaknya masih kekurangan tenaga kerja. Dari 3.000 naker yang dibutuhkan, baru sebagian kecil yang terpenuhi. Tenaga kerja ini untuk tenaga tebang tebu. Kalau tenaga tebang belum ada, bahan baku tebu untuk diolah pabrik tidak tersedia. “Tenaga ini sangat dibutuhkan sekali,” katanya.

Masnil pun membantah, kurangnya minat masyarakat bekerja di PT SMS karena upah yang kecil. Ia mengatakan, sistem upah untuk tenaga tebang menggunakan sistem borongan. Ketika banyak hasil kerjanya, maka akan banyak pula yang didapat pekerja. “Kita sistemnya borongan, bukan gaji harian. Kalau harian, mana ada orang yang mau,” jelasnya.

Kebun tebu yang siap digunakan saat uji coba, dikatakan Masnil, ada 800-an Ha kebun tebu rakyat di Pekat yang siap dipanen. Setiap 1 ha tebu bisa menghasilkan 5,5 ton yang siap panen atau sekitar 4.400-an ton tebu. Sementara kapasitas pengolahan mesin 2.000 ton tebu per hari dan hanya tersedia untuk diolah 2-3 hari. (ula)