Pabrik Es Poto Tano Masuk Daftar Penghapusan Aset Daerah

Pabrik Es Poto Tano. (Suara NTB/ist)

Taliwang (Suara NTB) – Kondisi tak terurus pabrik es Poto Tano ternyata memang disengaja. Dinas Perikanan Kabupaten Sumbawa Barat (KSB) di mana aset daerah itu berada menggakui, pabrik telah dimasukkan dalam daftar penghapusan aset daerah.

“Memang sudah tidak bisa kita apa-apakan. Kan sudah masuk daftar penghapusan aset (daerah),” ungkap kepala Dinas Perikanan KSB, H. Mansyur Sofyan kepada Suara NTB, Jum’at, 3 Juli 2020.

Iklan

Ia menjelaskan, pihaknya telah mengusulkan agar pabrik yang dibangun sekitar tahun 2008 tersebut  dihapuskan sebagai aset daerah pada tahun 2019 lalu. Bahkan usulan itu telah mendapat persetujuan dari DPRD KSB khusnya Komisi II yang membidangi sektor perikanan. “Sudah kita usulkan dan kita sampaikan ke Komisi II dan disetujui,” sebutnya.

Adapun alasan pihaknya ‘mematikan’ salah satu aset sumber pendapatan asli daerah (PAD) itu, diutarakan H. Mansyur, sesuai hasil kajian. Menurutnya, dalam kajian yang dilakukan Dinas Perikanan, pabrik es itu sudah tidak memiliki nilai ekonomis. Biaya perbaikan baik gedung maupun peremajaan peralatan pabrik sampai dapat dioperasikan membutuhkan biaya yang sangat besar. “Kita sudah hitung-hitung biaya perbaikannya berapa. Terus lihat berapa yang bisa dihasilkan kalau kemudian dioperasikan. Tidak ketemu hitungan terbaiknya (menguntungkan),” ujarnya seraya menambahkan pabrik tersebut telah beberapa kali dibiayai.

“Kan sudah berapa kali kita perbaiki gedungnya. Terus mesin-mesinnya juga (diperbaiki),” sambung mantan kepala Dinas Ketahanan Pangan (DKP) KSB ini.

Untuk diketahui, sejak dibangung sekitar tahun 2008 lalu pabrik es Poto Tano tidak pernah benar-benar beroperasi. Beberapa kali mengalami perbaikan, pabrik yang berada di sekitar kompleks Balai Latihan Kerja (BLK) Poto Tano itu hanya berproduksi dalam masa uji coba.

Pemda KSB sendiri sejak awal berencana menyerahkan opersional pabrik ke pihak ketiga. Sayang, beberapa pihak yang sempat menyatakan keseriusannya mengelola pabrik es itu memilih mundur tanpa alasan yang jelas.(bug)

  Pembebasan Lahan, KSB Tunggu Hasil Tim Penilaian Harga

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here