OTT Pembuang Sampah, Pemprov akan Tiru Singapura

Ilustrasi tempat pembuangan sampah (Suara NTB/dok)

Mataram (Suara NTB) – Pemprov NTB akan mengeluarkan Peraturan Gubernur (Pergub) tentang Pengelolaan Sampah. Bagi masyarakat yang kena operasi tangkap tangan (OTT) membuang sampah sembarangan maka akan dikenakan sanksi berupa denda.

Kepala Dinas Lingkungan Hidup dan Kehutanan (LHK) NTB, Ir. Madani Mukarom, B.Sc.F, M. Si mengatakan Pemprov akan meniru pola pengelolaan sampah seperti di Singapura. Setiap orang yang membuang sampah sembarangan akan dikenakan sanksi.

Iklan

‘’Kita buat Pergub, tahun depan Perda Pengelolaan Sampah. Kalau sudah ada Perda dan Pergub, diatur semuanya. Kita harapkan seperti di Singapura, itu boleh memberikan sanksi. Kita kenakan sanksi, denda,’’ kata Madani dikonfirmasi di Mataram, Kamis, 29 November 2018 .

Dengan pemberian sanksi ini diharapkan masyarakat semakin sadar untuk menjaga kebersihan lingkungan. Sesuai dengan visi dan misi Gubernur dan Wakil Gubernur NTB, Dr. H. Zulkieflimansyah, SE, M. Sc – Dr. Hj. Sitti Rohmi Djalilah bahwa pada 2023 mendatang NTB bebas sampah atau zero waste.

‘’Kalau ingin zero waste, memang harus seperti itu. Nanti pelaksanaan pengawasannya, semua ada relawan-relawan tiap RT, dusun, desa untuk memantau. Kalau ada membuang sampah sembarangan, ditangkap,’’ ujarnya.

Untuk memperkuat regulasi kepala daerah ini nantinya akan dibuat Peraturan Daerah (Perda). Mengenai adanya Perda di kabupaten/kota soal sampah yang tak jalan, Madani mengatakan akibat tak adanya pengawasan.

Akibatnya regulasi yang dibuat kabupaten/kota hanya menjadi macan kertas saja. Ke depan, kata Madani, regulasi yang akan dibuat Pemprov dipastikan implementasinya di lapangan.

‘’Karena ndak ada pengawasannya. Kalau ada pengawasannya maka jalan. Di luar negeri kan ada CCTV, pengawasnya. Nanti kita bicarakan detail, harus diatur detail. Semua kabupaten/kota kita harapkan  mendukung itu,’’ harapnya.

Madani menyebutkan, volume sampah yang dihasilkan di NTB cukup tinggi. Satu orang di NTB menghasilkan sampah 0,7 kg per hari. Dengan jumlah penduduk yang mencapai 5 juta jiwa. Artinya, lebih dari 3,5 juta kg sampah dihasilkan di NTB sehari.

Sementara, sampah yang dibawa ke Tempat Pembuangan Akhir (TPA) baru 18,5 persen. Artinya, 81,5 persen sampah yang dihasilkan di NTB dibuang sembarangan.

Untuk mewujudkan NTB bebas sampah, Pemprov juga menargetkan setiap desa ada bank sampah. Bank sampah inilah yang akan menjadi tempat pengolahan sampah, baik organik maupun non organik.

‘’Jangan sampai ada turis masuk ternyata ada sampah. Desember kita akan menyusun Pergub dulu. Kalau Perda agak lama waktunya. Pergub tentang pengelolaan sampah dan limbah,’’ pungkasnya. (nas)