OTT Pejabat SNVT NTB, Rekanan Diduga Dipaksa Menyerahkan Uang kepada Tersangka

Penyidik Satreskrim Polres Mataram menyegel ruangan Satuan Kerja Non Vertikal tertentu (SNVT) Penyediaan Perumahan, Direktorat Jenderal Penyediaan Perumahan, Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Wilayah NTB di Jalan Majapahit, Mataram, Rabu (25/9). (Suara NTB/why)

Mataram (Suara NTB) – Polres Mataram akan melanjutkan pemeriksaan saksi-saksi dalam kasus dugaan uang jatah proyek Rumah Susun (Rusun) Desa Pernek, Moyo Hulu, Sumbawa. Pemberinya diduga kontraktor pelaksana proyek senilai Rp3,49 miliar tersebut. Penyidik mendalami lagi peran masing-masing pihak yang terlibat dalam pengerjaan proyek.

“Kalau tersangka penerima, pasti ada tersangka pemberinya. Untuk sementara ini indikasinya pemaksaan untuk memberikan sejumlah uang,” ungkap Kapolres Mataram, AKBP H Syaiful Alam dikonfrimasi, Sabtu, 28 September 2019.

Iklan

Dia menjelaskan, Direktur PT JU -yang memenangi tender proyek Rusun untuk Ponpes Modern Al-Kahfi itu- saat ini masih berstatus sebagai saksi. Diduga, pemberian uang Rp100 juta yang dipergoki saat operasi tangkap tangan (OTT) berasal dari kontraktor.

“Diduga akan memberikan sejumlah uang kepada Kasatker (Bulera). Itu beberapa saat kemudian ditangkap. Ini kontraktor yang sudah menerima pekerjaan,” terangnya. Alam mengatakan, penyerahan serupa juga didalami untuk sejumlah proyek Rusun lainnya. Di NTB, ada sebanyak tujuh proyek Rusun pada tahun 2019 yang nilai totalnya mencapai Rp21 miliar.

“Untuk pemberinya masih akan diperiksa lebih lanjut. Nanti untuk kelanjutannya, masih akan berproses. Intinya, ini untuk menjaga NTB yang sedang menjalankan pembangunan rehabilitasi rekonstruksi pascagempa,” paparnya.

Kapolres mengungkapkan, hasil penyidikan sementara, pemberi ada unsur keterpaksaan dalam memberikan uang kepada tersangka Bulera. Sehingga, penyidik menerapkan pasal 12 huruf e UU RI No 20/2001 tentang perubahan atas UU RI No 31/1999 tentang pemberantasan tindak pidana korupsi.

Dalam kasus itu, Kepala Satuan Non Vertikal Tertentu (SNVT) Penyediaan Perumahan Kementerian PUPR Provinsi NTB, Bulera (56) sudah ditetapkan sebagai tersangka. Bulera diduga menggunakan dalih administrasi antara 5-10 persen untuk memungut uang dari kontraktor.

Tersangka Bulera tertangkap dalam OTT yang berlangsung pada Rabu, 25 September 2019 sekitar pukul 16.30 Wita lalu. Saksi rekanan diminta datang untuk menyerahkan uang tunai. Sebab Bulera tidak menerima pembayaran melalui transfer.

Rekanan membawa uang tunai Rp100 juta dengan amplop cokelat yang disimpan dalam tas kain biru. Setelah menerima uang, tersangka memasukkan lagi tas kain yang sudah berisi uang itu ke dalam tas kain lainnya. (why)

Advertisementfiling laporan pajak Jasa Pembuatan Website Profesional