Otomasi Akreditasi, Sekolah dan Madrasah Wajib Memutakhirkan Data

Tangkapan layar suasana Rakorda BAN S/M NTB secara daring pada Minggu, 13 Desember 2020.  (Suara NTB/ist)

Mataram (Suara NTB) – Badan Akreditasi Nasional Sekolah dan Madrasah (BAN S/M) NTB melaksanakan Rapat Koordinasi Daerah (Rakorda) kedua di tahun 2020 secara daring pada Minggu, 13 Desember 2020 dan Senin, 14 Desember 2020. Ada sejumlah laporan proses akreditasi di tahun 2020, salah satunya penilaian akreditasi menggunakan IASP 2020. Ke depan, sekolah dan madrasah diwajibkan selalu memutakhirkan data setiap tahun melalui Dapodik dan EMIS.

Ketua Badan Akreditasi Nasional Sekolah/Madrasah (BAN-S/M) NTB, Drs. H. Suyanto, M.Ed., dalam pengantarnya menyampaikan harapan terutama kepada Dinas Pendidikan dan Kantor Kementerian Agama menginstruksikan kepada semua sekolah/madrasah dan mewajibkan untuk selalu memutakhirkan data sekolah/madrasah setiap tahun melalui Dapodik dan EMIS.

Iklan

“BAN-S/M telah mengagendakan ‘Otomasi Akreditasi’ yaitu perpanjangan masa berlaku sertifikat akreditasi secara otomatis melalui ‘Dashboard Asessmen’.  Cara ini dianggap cukup efisien karena bisa mengatasi persoalan ‘backlog’; jumlah kuota yang setiap tahun tidak bisa memenuhi kebutuhan sekolah/madrasah yang memerlukan akreditasi ulang,” jelas Suyanto.

Ke depan, Suyanto menyamapikan, visitasi akreditasi akan dilakukan untuk sekolah/madrasah baru yang belum pernah diakreditasi, sekolah/madrasah yang berdasarkan Dashboard Evaluation terjadi penurunan, dan berdasarkan laporan masyarakat yang telah diverifikasi, sekolah/madrasah tertentu memiliki masalah tertentu menyangkut kinerjanya. Serta, sekolah/madrasah yang menginginkan peringkat lebih tinggi, karena merasa sudah terjadi perkembangan atau kemajuan di sekolah tersebut.

Suyanto juga menyampaikan, beberapa hal yang sangat berpengaruh terhadap kegiatan akreditasi tahun ini adalah terjadinya Pandemi Covid-19, sehingga kegiatan-kegiatan pertemuan termasuk visitasi ke sekola/madrasah yang bisasanya dilaksanakan tatap-muka harus dilakukan melalui daring.

Kebijakan BAN-S/M mulai tahun ini, penilaian akreditasi menggunakan IASP 2020, yang tahun ini masih ada tahap ujicoba terakhir kemudian diikuti piloting atau pelaksanaan tahap awal yang masih terbatas jumlah sekolah/madrasah sasarannya. Untuk uji coba di NTB ada 16 S/M, dan untuk piloting sebanyak 125.

Suyanto membeberkan, pelaksanaan visitasi baru bisa dilaksanakan mulai akhir November hingga awal Desember, karena Keputusan Menteri untuk Instrumen baru ditandatangani oleh Mendikbud pada tanggal 19 November.

“Oleh karenanya jadwal pelaksanaan visitasi sangat padat, di samping juga harus dilakukan secara daring. Alhamdulillah berkat kerja keras para asesor yang saat ini jumlahnya hanya 42 orang, semua sekolah/madrasah sasaran bisa tervisitasi sehingga bisa saya sampaikan bahwa capaian kita 100 persen,” ujarnya.

Untuk tahun 2021, Suyanto menjelaskan, penilaian akreditasi sudah menggunakan instrumen baru IASP 2020. Walaupun nanti kemungkinan masih ada perubahan-perubahan setelah mendapatkan umpan balik dari pelaksanaan piloting tahun ini.

“Kendati demikian, mulai sekarang Dinas Pendidikan/ Kantor Kemenag sudah bisa memprogramkan penyiapan sekolah/madrasah yang akan diakreditasi melalui kegiatan Sosialisasi IASP 2020.  Instrumen yang kita gunakan pada kegiatan piloting bisa kita perkenalkan. Yang utama harus diperkenalkan adalah perubahan orientasi  penilaian pemenuhan 8 standar menjadi penilaian kinerja,” ujarnya.

Kegiatan rakorda itu juga menghadirkan pembicara, antara lain Kepala Lembaga Penjaminan Mutu Pendidikan Provinsi NTB, Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi NTB, Kepala Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi NTB. (ron)

Advertisement Jasa Pembuatan Website Profesional