Organisasi Mahasiswa Se-Unram Salurkan Bantuan untuk Korban Gempa Sulbar

Organisasi kemahasiswaan seluruh Unram berangkat membantu korban gempa di Sulbar. (Suara NTB/ist)

Mataram (Suara NTB) – Gempa berkekuatan Magnitudo 6,2 yang mengguncang Kabupaten Majene dan Mamuju Sulawesi Barat pada Jumat, 15 Januari 2021 tidak hanya menjadi duka warga sekitar, tapi menjadi duka bangsa Indonesia. Seluruh elemen masyarakat dan lembaga kemanusiaan pun langsung turun tangan ke lokasi untuk membantu mengevakuasi korban serta memberikan bantuan logistik yang diperlukan.

Tak ketinggalan, Universitas Mataram (Unram) pun ikut serta mengambil peran. Unram melalui organisasi mahasiswa se-Unram langsung terjun ke lokasi untuk membantu para korban.

Iklan

Anggun Firmansyah selaku perwakilan organisasi mahasiswa se-Unram yang terjun sebagai relawan mengatakan, dalam menjalankan misi kemanusiaan itu Unram tergabung dengan tim relawan NTB yang lain seperti DASI NTB, IDI Mataram, BSMI Mataram dan BSMI RSUD Selong. “Jadi kami tergabung dalam tim NTB Peduli Bencana Gempa Sulawesi Barat,” ungkap Anggun, Senin, 1 Februari 2021.

Dia mengatakan para mahasiswa Unram yang tergabung dalam Organisasi Mahasiswa Se-Unram telah melakukan penggalangan dana selama kurang lebih satu minggu, hingga berhasil mengumpulkan Rp74.190.600.

“Dana ini disalurkan kepada korban gempa di Sulbar (Sulawesi Barat, red) dan korban banjir di Kalsel (Kalimantan Selatan, red),” sebutnya.

Sekretaris Jenderal BEM Unram 2021 itu juga membeberkan berdasarkan data dari BNPB Sulawesi Barat hingga 31 Januari 2021, gempa berkekuatan 6,2 SR yang terjadi pukul 01.28 WITA lalu itu telah menewaskan 101 orang, menyebabkan 3 orang hilang, 5.562 orang mengalami luka-luka dan 85.489 lainnya dievakuasi ke tenda-tenda pengungsian.

“Jadi saya bersama Tim NTB Peduli melakukan asesmen, memberikan bantuan logistik, membantu mengobati korban dan juga memberikan trauma healing,” jelasnya.

Mahasiswa Teknik Sipil Fakultas Teknik Unram itu mengatakan dirinya melakukan bakti kemanusiaan itu selama tujuh hari terhitung sejak tanggal 23 – 30 Januari 2021 dengan posko berpusat di desa Manakarra, Kecamatan Mamuju, Kabupaten Mamuju. “Jadi surat tugas saya cuma satu minggu, Allhamdulillah tanggal 30 Januari sudah sampai di Lombok,” katanya.

Pihaknya mengajak masyarakat, khususnya mahasiswa agar bercermin pada tragedi gempa Lombok pada 2018 lalu, sehingga mahasiswa memiliki kekompakan untuk berempati terhadap sesama manusia. “Maka bukan hal yang berlebihan jika kita juga membantu meringankan beban mereka. Semoga trauma masyarakat Sulawesi Barat cepat pulih,” ujarnya.

Sementara itu, Wakil Rektor Bidang Kemahasiwaan dan Alumni (WR III) Unram Prof. Dr. Ir. Enny Yuliani, M.Si., mengapresiasi kepedulian mahasiswa unram yang tergabung dalam organisasi mahasiswa se-Unram itu. Prof. Enny mengatakan bantuan yang diinisiasi tersebut merupakan bentuk solidaritas, kepedulian mendalam dan wujud welas asih mahasiswa Unram untuk menolong korban gempa di Sulbar. (dys)

Advertisement Jasa Pembuatan Website Profesional