Organda Tolak Angkutan Luar Masuk Saat Gelaran World Superbike

Junaidi Kasum. (Suara NTB/bul)

Mataram (Suara NTB) – Sirkuit Mandalika pada September 2021 ini akan dijadikan arena balap motor bergengsi dunia, superbike. Seluruh persiapan dimatangkan. Salah satunya, kesiapan transportasi umum yang akan mengangkut pengunjung atau wisatawan yang akan datang menonton.

Dinas Perhubungan Provinsi NTB telah meminta Organisasi Angkutan Darat (Organda) sebagai koordinator  untuk mempersiapkan armada angkutan umum lokal. Ketua Organda Provinsi NTB, Junaidi Kasum menyebut siang Selasa, 24 Agustus 2021 masih ada di Kota Bima, berkoordinasi dengan pemerintah daerah setempat,  perusahaan-perusahaan angkutan umum.

Iklan

“Seluruh pintu masuk (seluruh regulasi transportasi diurus Organda) transportasi sudah diserahkan ke Organda. Kami tidak bisa main data by data. Harus turun lapangan mengecek kesiapan armada. Dan hari ini kami sedang di lapangan untuk mengecek jumlah angkutan lokal ini,” katanya kepada Suara NTB.

Junaidi Kasum mengatakan Organda turun langsung melakukan pendataan jumlah kendaraan yang akan digunakan saat gelaran superbike pada November 2021 nanti. Estimasi penonton Kementerian Perhubungan pada gelaran superbike ini diperkirakan 36.000 orang. Sementara estimasi Dinas Perhubungan jumlah pengunjung sekitar 31.000 penonton. Berdasarkan estimasi jumlah wisatawan ini, jumlah kendaraan yang disiapkan juga harus memadai.

Junaidi Kasum menegaskan, kebutuhan armada yang harus disiapkan adalah kendaraan (bus) berkursi 45 sekitar 85 unit. Hiace sekitar 183 unit, dan medium yang 30 kursi sebanyak 30 unit. Jumlah ini bisa bertambah, tergantung simaulasinya nanti. “Dan setelah kami melakukan pendataan. Dari Lombok ke Pulau Sumbawa, ternyata kesiapan kita sudah sangat cukup. Tidak perlu lagi kendaraan dari luar,” jelasnya.

Organda NTB menurutnya sudah diultimatum oleh Kementerian Perhubungan melalui Dirjen Perhubungan Darat agar memastikan pada 11 September 2021 ini sudah terlaporkan jumlah angkutan lokal yang dipersiapkan untuk mendukung suksesi superbike. “Kalau tidak bisa dilaporkan kesiapan transportasinya di NTB, maka Kementerian Perhubungan akan mengambil alih. Jadi kami tidak boleh main-main, telepon-telepon berapa jumlah kendaraan ke BPC Organda, tapi kami ketemu langsung dengan PO-PO di kabupaten/kota. Dan kita pastikan sudah benar, armadanya sudah cukup memadai dan NTB sudah siap,” imbuhnya.

Bagaimana standar armada yang dibutuhkan? Junaidi Kasum menegaskan,  sesuai permintaan dari Dinas Perhubungan, standar armadanya minimal keluaran tahun 2016. Dari hasil survei lapangan langsung, di Kota Bima misalnya, justru banyak armada yang keluarnya tahun 2010-2021. Sehingga Organda menyatakan bahkan siap menantang permintaan Dinas Perhubungan/Kementerian Perhubungan berdasarkan syarat yang diminta.

Armada-armada yang sudah diseleksi ini sangat siap melayani kebutuhan transportasi penumpang/wisatawan (penonton superbike). Di wilayah penyelenggaraan superbike, juga kata Junaidi Kasum, disiapkan seluas 100 hektar lahan yang menjadi titik kumpul/tempat parkir seluruh kendaraan yang akan mendistribusikan penumpang. Hasil survei lapangan ini sekaligus akan dilaporkan ke pemerintah daerah dan Kementerian Perhubungan. (bul)

Advertisement Jasa Pembuatan Website Profesional